Tag Archives: pendidikan

“Read Aloud di Wonderhome Library: Menghidupkan Buku, Menerbangkan Imaginasi, Mencetak Generasi Inovatif”

Buku di era digital seringkali hanya tertumpuk di rak-rak ruang tamu atau perpustakaan tanpa disentuh calon pembacanya. Ia berdebu, dimakan rayap, lalu rusak sebelum kemudian terkubur bersama sampah lain atau dibakar jadi abu. Sial betul Nasib buku-buku yang seperti itu. Padahal, buku adalah jendela dunia. Ia membuka cakrawala pengetahuan, menajamkan daya pikir, dan membawa pembacanya untuk menembus ruang dan waktu. Ia membawa manusia terhubung dengan masa lalu dan masa depan, juga menyambungkannya dengan warga dunia dari berbagai negara.

Untuk itulah, program “Read Aloud” Wonderhome Library yang diselenggarakan pada Minggu, 13, Oktober 2024 itu bertujuan untuk menghidupkan buku dan para pembacanya. Buku kembali menjadi pondasi dan panduan generasi masa depan untuk membuka jendela dunia dengan kekuatan daya pikir, pengetahuan, dan imaginasi. Dengan begitu, mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen dan penonton kemajuan, tapi juga produsen dan kontibutor penting peradaban masa depan.

Menghadirkan Mbak Heni Wardatur Rohmah dan Pak Nuradi Indrawijaya dari TBM Mata Aksara, kegiatan Read Aloud kali ini dimulai dengan membaca buku yang berjudul “Terbanglah Tinggi!”. Pak Nuradi (biasa dipanggil Pak Adi) dan Mbak Heni memulainya dengan ice breaking. Anak-anak diajak untuk menebak makhluk dan kendaraan apa saja yang bisa terbang. Anak-anak secara antusias menjawab, dari burung, capung, kupu-kupu, hingga pesawat terbang, helikopter, dan roket. Setelah itu, buku dibacakan secara interaktif dan menarik. Kisang tentang seorang anak yang bernama Chandu. Ia terbang ke awan dan bertemu dengan berbagai hal yang menakjubkan di sana, dari pesawat burung, pesawat terbang, bahkan bintang-bintang yang indah. Kisah ini membuat imajinasi anak-anak terbang tinggi ke angkasa.

Sebelum kemudian, ibu Chandu membangunkannya. Ia baru tersadar. Ternyata, pengalaman luar biasa tadi terjadi di alam mimpi.   Namun, itu saja sudah membuatnya merasa bahagia. Apalagi jika semua itu terjadi di alam nyata. Dan, itu bukanlah hal yang mustahil dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Setelah buku dibaca, Mbak Heni dan Pak Adi mengajak anak-anak untuk membuat pesawat dari kertas yang sudah disiapkan. Mereka yang sudah bisa membantu dan membimbing anak-anak yang belum bisa membuatnya. Begitu semua pesawat kertas jadi, semua diajak untuk menerbangkannya bersama-sama.

Pak Adi dan Mbak Heni bersama Volunter Wonderhome Library, Bunda Melani dan Pak Syifa Amin

Tidak hanya itu, setelah pengalaman membuat dan menerbangkan pesawat, anak-anak diajak untuk menerbangkan roket. Dengan alat sederhana, yakni pompa yang sudah dimodifikasi, pipa paralon, dan botol minuman mineral yang diisi air, anak-anak bersemangat untuk menerbangkan roket yang terbuat dari botol air mineral itu. Satu anak bertugas memompa, satu lagi memasukkan botor air mineral yang telah diisi air ke dalam paralon. Begitu paralon tersebut dipompa secara pelahan, botol air mineral yang diisi air itu terdorong oleh tekanan yang dihasilkan dari pompa. Ia terbak bak roket yang hendak menembus ruang angkasa.

Buku “Terbanglah Tinggi” menjadi hidup. Ia tidak hanya dibaca, tapi juga menerbangkan imajinasi, dan menginspirasi anak-anak untuk berkreasi dan berinovasi. Kreasi dan inovasi mereka adalah pondasi bagi masa depan yang lebih cerah. Semoga. msaw.

Seminar Parenting Wonderhome Library: “Orang Tua Pem(b)elajar untuk Anak Gemar Belajar”

Cerahnya cuaca pagi di Wonderhome Library menyambut peserta yang antusias datang di acara Seminar Parenting.yang diselenggarakan pada MInggu, 06 Oktober 2024. Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Festival Literasi Wonderhome Library. Dimulai dengan kegiatan Perpustakaan Keliling pada tanggal 4 Oktober, Diskusi Penguatan Volunteer Literasi pada tanggal 05 Oktober, lalu dilanjutkan dengan Seminar Parenting di tanggal 06 Oktober. Dan, masih  banyak lagi kegiatan bertemakan literasi di bulan Oktober ini.

Pada acara Seminar Parenting yang bertema tentang Orang Tua Pembelajar ini, dua pembicara dihadirkan untuk berbagi pencerahan dengan sekitar 50-an peserta. Yang pertama adalah Mbak Dhea Hajaru M. S.Pd. dari Rumah Baca Pena dan Bunda Siti Melani dari Wonderhome Library.

Acara dibuka oleh pembawa acara, Mbak Intan (Mahasiswa UNY, volunteer Wonderhome). Tilawah  al-Qur’an dibawakan oleh Mbak Yundev (Mahasiswa UNY, volunteer Wonderhome). Lalu,  disusul dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Pak Syifa Amin (Direktur Wonderhome Library) dan Bu Ika Annisa (Perpustakaan Kelurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman).

Setelah itu, acara utama dimulai. Dipandu oleh Mbak Anggi Friana (Mahasiswa UTY, volunteer Wonderhome) sebagai moderator. Peserta diminta untuk mengerjakan Pre-Test tentang parenting sambil menunggu persiapan narasumber untuk mempresentasikan materinya.  

Pemateri pertama, Mbak Dhea, mengundang peserta untuk berefleksi tentang siapa orang tua itu sesungguhnya, dan apa tujuan hidupnya. Ketika hal itu sudah dipahami dengan baik, maka orang tua akan dapat memainkan perannya sebagai pemelajar dan pembelajar yang efektif. Tantangan dunia yang makin kompleks serta anak-anak yang rawan dengan kerapuhan mental, peran orang tua menjadi sangat penting. Orang tua dituntut tidak hanya menjadi pembelajar (orang yang mengajari) yang baik, tapi juga menjadi pemelajar (orang yang belajar) yang terus-menerus. Mbak Dhea Hajaru menekankan hal tersebut. Ia berbagi cara dan tips bagaimana menjadi teman belajar anak-anak secara efektif.

Mbak Dhea, Mbak Anggi, dan Bunda Melani

Sementara itu, Bunda Melani dari Wonderhome Library memaparkan tentang fenomena gerenasi Alpha yang memiliki cara, minat, dan gayanya tersendiri dalam belajar. Termasuk dalam hal kegemaran dan kemampuan membaca. Orang tua dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan kemampuannya dalam mendamping masa tumbuh kembang anak-anak. Dalam proses pendampingan belajar, cara yang menggembirakan dan menyenangkan perlu diterapkan dan dikedepankan. Meski demikian, belajar yang menyenangkan bukan berarti longgar dan memanjakan anak. Apa saja keinginannya dipenuhi. Tetap diperlukan disiplin, ketegasan, dan “kekerasan” komitmen dalam membantu tumbuh kembang anak agar mampu menghadapi tantangan dunia yang kompleks.

“Kalau orang tua lembek dalam mendidik anak, tunggu saja dunia luar akan keras terhadapnya. Tanpa bekal yang cukup, anak akan menjadi korban. Tapi, jika orang tua membekalinya dengan pertahanan mental dan literasi yang baik, ia siap menghadapi segala tantangan dan memberi warna indah bagi dunia.”  Kira-kira begitu salah satu pesan dari adagium yang dikutip oleh Bunda Melani pada acara Seminar Parenting tersebut.

Narasumber dan Peserta Seminar Parenting Wonderhome Library

Acara ini terselenggara atas sponsor dari Bantuan Pemerintah (Banpem) untuk Komunitas Penggerak Literasi 2024 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. Peserta yang aktif berpartisipasi dalam acara ini dengan bertanya atau menjawab pertanyaan dari narasumber mendapat door prize menarik. Ada yang mendapatkan buku dari Wonderhome Library, dan ada juga yang mendapatkan voucher laundry gratis dari Bunda Hanif. Mudah-mudahan ilmu dan pencerahan yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, semuanya menjadi orang tua yang hebat, sebagai pemelajar dan pembelajar, untuk mendampingi tumbuh-kembang anak mengarungi dan menaklukkan dunia dan segala tantangannya. Amin.msaw.