Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Improving English Proficiency Skills through Library-Based Literacy Activities for Migrant Children in Sanggar Bimbingan Muhammadiyah, Malaysia” telah dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 29 April sampai 1 Mei 2026.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris anak-anak migran Indonesia melalui pendekatan literasi berbasis aktivitas perpustakaan, pembelajaran interaktif, serta permainan edukatif. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan, literasi, dan pengembangan diri bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Hari Rabu, 29 April 2026, tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dipimpin oleh Mohammad Syifa Amin Widigdo (Dosen MIAI UMY) melakukan sesi perkenalan dengan pengelola, pengajar, dan siswa-siswi SBM Kampung Baru. Turut hadir pada sesi perkenalan ini adalah Bapak Supardi sebagai pengelola SBM, Siti Melani sebagai nara sumber pengabdian “Improving English Proficiency”, dan tim dosen UMY lain yang juga melaksanakan pengabdian masyarakat di sana, yakni Cahyo Bodiyantoro, Tris Wahono, dan Krisdianto dari Teknik Mesin, UMY.

Pada hari kedua, Kamis, 30 April 2026, kegiatan utama dilaksanakan dalam tiga sesi pembelajaran. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.30 sampai 10.00 dengan agenda Fun English Learning untuk anak-anak kelas 1 sampai 3. Sesi kedua dilanjutkan pada pukul 10.30 sampai 12.00 melalui kegiatan Fun English Learning untuk anak-anak kelas 4 sampai 6. Sementara itu, pada sore hari pukul 17.00 sampai 18.30, kegiatan dilanjutkan dengan English Game-Based Learning untuk anak-anak PAUD dan TK.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal kosakata bahasa Inggris, mengikuti instruksi sederhana, berpartisipasi dalam permainan edukatif, serta terlibat dalam aktivitas literasi yang menyenangkan. Pembelajaran dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga berani berbicara, menjawab pertanyaan, dan mengekspresikan diri dalam suasana belajar yang hangat.
Selain pembelajaran bahasa Inggris, kegiatan pengabdian ini juga diisi dengan pendampingan belajar mengaji pada malam hari. Pendampingan dilakukan mulai tanggal 29 April sampai 1 Mei 2026, pukul 19.00 sampai 21.00, dengan menyimak bacaan anak-anak dari IQRO’ hingga Al-Qur’an. Kegiatan malam ini menunjukkan bahwa SBM Kampung Baru tidak hanya menjadi ruang pendidikan akademik, tetapi juga ruang pembinaan karakter, keagamaan, dan kebersamaan bagi anak-anak migran Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di lingkungan SBM Kampung Baru yang sederhana, namun penuh semangat belajar. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, baik saat belajar bahasa Inggris, mengikuti permainan, maupun saat mengaji bersama. Suasana kelas yang akrab mencerminkan pentingnya ruang belajar alternatif bagi anak-anak Indonesia di luar negeri, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal. Rekaman kegiatannya dapat disaksikan di sini: https://youtu.be/1EwAW4v6Ao0?si=Fbp5Hk2jLXFUi4kP
Pada malam 1 Mei 2026, kegiatan ini juga mendapat kunjungan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Bapak Ahmed Romadhoni, Ph.D.. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, sekaligus memperkuat makna kegiatan pengabdian sebagai kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak migran.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru kembali menunjukkan perannya sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang harapan bagi anak-anak migran Indonesia di Kuala Lumpur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga pada penguatan literasi, karakter, spiritualitas, dan motivasi belajar anak-anak.
Program “Improving English Proficiency Skills through Library-Based Literacy Activities for Migrant Children in Sanggar Bimbingan Muhammadiyah, Malaysia” diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi pendidikan lintas negara, khususnya dalam mendukung anak-anak Indonesia di Malaysia agar tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak, menyenangkan, dan bermakna.


































