Tag Archives: life

Volunteer Sinau Sore Sebagai Jantung Ketahanan Literasi Masyarakat

Penurunan skor PISA (Programme for International Student Assessment) Indonesia dari tahun 2018 ke tahun 2022 menempatkan Indonesia di urutan ke 69 dari 80 negara yang dinilai. Hal ini menunjukkan bukan hanya rendahnya literasi anak-anak Indonesia, tapi juga rendahnya mutu pendidikan dan lemahnya kualitas tenaga kerja Indonesia. Peningkatan literasi membaca, matematika, dan sains yang menjadi patokan PISA tidak hanya dapat disandarkan pada pemerintah. Masyarakat juga dapat memberikan andil dan kontribusinya bagi peningkatan kualitas literasi, pendidikan, dan kualitas sumber daya Indonesia.

Wonderhome Library sebagai salah satu pusat belajar masyarakat menyelenggarakan Sinau Sore Bareng untuk mendampingi pembelajaran anak-anak di tingkat Ssekolah Dasar dan Menengah secara gratis. Antusiasme masyarakat untuk mengirimkan anak-anaknya cukup tinggi. Ada sekitar 20-25 anak yang setiap hari belajar di perpustakaan berbasis komunitas dan masyarakat ini. Hanya saja, volunteer yang mendampingi anak-anak belajar mengalami fluktuasi. Ada kalanya banyak, kadang cukup, dan di lain waktu berkurang. Tapi, seringkali kekurangan mengingat jumlah anak yang belajar terus bertambah.

Untuk itu, Wonderhome Library bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Rekrutmen Volunteer untuk Program Sinau Sore Bareng.  Acara ini berlangsung pada hari Jum’at, 07 Maret 2025, di Wonderhome Library.

Pada sesi pertama, Mohammad Syifa Amin Widigdo, Ph.D., sebagai dosen UMY yang melakukan pengabdian masyarakat menyampaikan materi terkait kenapa perpustakaan komunitas dan volunteer literasi penting bagi ketahanan literasi masyarakat. Rekaman materi ini dapat dilihat di link berikut: https://youtu.be/W0CL-YyGcGk.

Di bagian kedua, Siti Melani yang merupakan volunteer Sinau Sore Bareng memberi gambaran pembelajaran di SInau Sore Bareng. Pada saat yang sama, ia juga berbagi tips tentang bagaimana melakukan Read Aloud dan aktivitas-aktivitas pembelajaran lain yang membuat proses pendampingan belajar menyenangkan. Pada saat yang sama, aktivis dari Read Aloud Yogyakarta (Ikana Asti) juga berbagi tips dan praktik bagaimana membaca nyaring di hadapan para peserta. Videonya dapat dilihat di link YouTube berikut: https://youtu.be/ZkmGBW-e8HE.

Di sesi tiga, Bu Herny Ameliana berbagi testimoni, suka dan duka, serta strategi untuk dapat konsisten menjalani aktivitas sebagai volunteer literasi di Wonderhome Library. Rekaman testimoni Bu Herny dapat dijumpai di tautan berikut: https://youtu.be/I-FhuNG94s4.

Selain dukungan dari LPM UMY, acara ini berjalan lancar dan sukses juga karena partisipasi mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Non-Formal, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang menjalani program magang di Wonderhome Library. Mereka adalah Ridho, Reza, Lintang, dan Bhima. Pengelola Perpustakaan Kelurahan  Ambarketawang, Gamping, juga hadir dengan membawa kader dan volunteer perpustakaan kelurahan ke kegiatan workshop volunteer ini.   Ika dari Pengelola Perpustakaan Kelurahan Ambarketawang, dan para pengelolanya.

“Read Aloud di Wonderhome Library: Menghidupkan Buku, Menerbangkan Imaginasi, Mencetak Generasi Inovatif”

Buku di era digital seringkali hanya tertumpuk di rak-rak ruang tamu atau perpustakaan tanpa disentuh calon pembacanya. Ia berdebu, dimakan rayap, lalu rusak sebelum kemudian terkubur bersama sampah lain atau dibakar jadi abu. Sial betul Nasib buku-buku yang seperti itu. Padahal, buku adalah jendela dunia. Ia membuka cakrawala pengetahuan, menajamkan daya pikir, dan membawa pembacanya untuk menembus ruang dan waktu. Ia membawa manusia terhubung dengan masa lalu dan masa depan, juga menyambungkannya dengan warga dunia dari berbagai negara.

Untuk itulah, program “Read Aloud” Wonderhome Library yang diselenggarakan pada Minggu, 13, Oktober 2024 itu bertujuan untuk menghidupkan buku dan para pembacanya. Buku kembali menjadi pondasi dan panduan generasi masa depan untuk membuka jendela dunia dengan kekuatan daya pikir, pengetahuan, dan imaginasi. Dengan begitu, mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen dan penonton kemajuan, tapi juga produsen dan kontibutor penting peradaban masa depan.

Menghadirkan Mbak Heni Wardatur Rohmah dan Pak Nuradi Indrawijaya dari TBM Mata Aksara, kegiatan Read Aloud kali ini dimulai dengan membaca buku yang berjudul “Terbanglah Tinggi!”. Pak Nuradi (biasa dipanggil Pak Adi) dan Mbak Heni memulainya dengan ice breaking. Anak-anak diajak untuk menebak makhluk dan kendaraan apa saja yang bisa terbang. Anak-anak secara antusias menjawab, dari burung, capung, kupu-kupu, hingga pesawat terbang, helikopter, dan roket. Setelah itu, buku dibacakan secara interaktif dan menarik. Kisang tentang seorang anak yang bernama Chandu. Ia terbang ke awan dan bertemu dengan berbagai hal yang menakjubkan di sana, dari pesawat burung, pesawat terbang, bahkan bintang-bintang yang indah. Kisah ini membuat imajinasi anak-anak terbang tinggi ke angkasa.

Sebelum kemudian, ibu Chandu membangunkannya. Ia baru tersadar. Ternyata, pengalaman luar biasa tadi terjadi di alam mimpi.   Namun, itu saja sudah membuatnya merasa bahagia. Apalagi jika semua itu terjadi di alam nyata. Dan, itu bukanlah hal yang mustahil dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Setelah buku dibaca, Mbak Heni dan Pak Adi mengajak anak-anak untuk membuat pesawat dari kertas yang sudah disiapkan. Mereka yang sudah bisa membantu dan membimbing anak-anak yang belum bisa membuatnya. Begitu semua pesawat kertas jadi, semua diajak untuk menerbangkannya bersama-sama.

Pak Adi dan Mbak Heni bersama Volunter Wonderhome Library, Bunda Melani dan Pak Syifa Amin

Tidak hanya itu, setelah pengalaman membuat dan menerbangkan pesawat, anak-anak diajak untuk menerbangkan roket. Dengan alat sederhana, yakni pompa yang sudah dimodifikasi, pipa paralon, dan botol minuman mineral yang diisi air, anak-anak bersemangat untuk menerbangkan roket yang terbuat dari botol air mineral itu. Satu anak bertugas memompa, satu lagi memasukkan botor air mineral yang telah diisi air ke dalam paralon. Begitu paralon tersebut dipompa secara pelahan, botol air mineral yang diisi air itu terdorong oleh tekanan yang dihasilkan dari pompa. Ia terbak bak roket yang hendak menembus ruang angkasa.

Buku “Terbanglah Tinggi” menjadi hidup. Ia tidak hanya dibaca, tapi juga menerbangkan imajinasi, dan menginspirasi anak-anak untuk berkreasi dan berinovasi. Kreasi dan inovasi mereka adalah pondasi bagi masa depan yang lebih cerah. Semoga. msaw.