Inspirasi Memerangi Kejahiliyahan Literasi

Tanggal 22 Juli lalu Bincang Komunitas terselenggara atas kerja sama Wonderhome Library dengan  @padepokanasawedomartani8144 . Pada kesempatan tersebut, kami menghadirkan Mbak Diah Fitria Widhiningsih dari  @bercakpustaka4623 . Bermula dari Mbak Fitri beserta keluarga dan koleganya melihat banyak siswa yang tidak meneruskan pendidikan dan malah bermain di warung saat jam sekolah, mereka tergerak untuk membentuk komunitas belajar yang kemudian diberi nama Bercak Pustaka. Dimulai dari English Club, Bercak Pustaka kemudian bertransformasi menjadi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang bergerak di bidang pendidikan, pertanian, dan seni-budaya.

Berbekal pengalaman pribadinya di Surabaya yang berhasil mendobrak mental block sebagai pribadi yang pemalu, teladan orang tua dan kakeknya yang peduli pada lingkungan sekitar, dan keresahannya pada rendahnya kesadaran pendidikan masyarakat, ia menggerakkan Bercak Pustaka menjadi pemberantas kejahiliyahan literasi di lingkungannya. Kegiatan dan programnya menarik, dari pendampingan belajar anak usia sekolah, pembelajaran Bahasa Inggris, penumbuhan critical thinking, pengolahan limbah dan pertanian, hingga pelatihan seni musik dan tari. Bagaimana cerita selengkapnya? Silahkan simak hingga tuntas di link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=cPO6v8xMrME

Forum TBM Sleman: Merawat Denyut Literasi Masyarakat

Forum TBM Sleman di Wonderhome Library

Senin (24/07/2023) lalu, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di wilayah Slema, Yogyakarta, berkumpul dan membincangkan agenda-agenda literasi masyarakat di Wonderhome Library. Pertemuannya berlangsung hangat, gayeng, dan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Beberapa senior pegiat literasi juga hadir, seperti Pak Sidik Pratomo dari Pustaka Keliling Adil, Pak Muhsin Kalida dan istri dari Cakruk Pintar, Pak Nuradi Indrawijaya serta Heni Wardaturrohmah dari Mata Aksara, seorang peserta pertukaran pelajar (Inayah dari San Antonio, Texas, USA), dan masih banyak lagi.

Mas Imam Syaiful Wicaksono, sebagai Ketua TBM Sleman, memaparkan perkembangan terkini terkait dengan administrasi, program-program, dan informasi terkini dari Forum TBM Sleman. Di antaranya adalah pengadaan papan nama yang terafiliasi dengan Forum TBM Sleman. Dalam hal ini, masing-masing TBM diharapkan dapat mengirimkan logo TBM-nya ke Mas Muhammad Sidqi Irsyadi (Irsyad) melalui email: ftbmsleman@gmail.com. Selain itu, Forum TBM Sleman juga mendapatkan tawaran kerja sama dan kolaborasi dengan beberapa pihak. Kampung Emas di Seyegan, Sleman, yang dikelola oleh dosen UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) menawarkan untuk kerja sama di bidang peningkatan literasi masyarakat di kampung tersebut. Pemuda Peduli yang pusatnya berada di Bandung, melalui cabangnya di Yogyakarta, mengajak Forum TBM Sleman untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Literasi Asik, Kreasi Menarik” di Sekolah Marjinal, Yogyakarta.

Mas Imam juga melaporkan bahwa belum semua TBM terdata di Balai Bahasa Yogyakarta (BBY). Pendataan itu penting sebab banyak program pembinaan literasi yang diselenggarakan BBY melibatkan kerja sama dengan TBM. Bagi yang belum terdata, diharapkan dapat mengisi datanya agar terekam dalam katalog BBY. Informasi yang tak kalah menarik adalah bahwa uang kas Forum TBM dapat dipakai untuk mendukung kegiatan literasi di TBM. Alokasinya untuk setiap kegiatan TBM adalah Rp 300.000 (dengan syarat dan ketentuan berlaku).

Mbak Dhea

Dalam pertemuan Forum TBM Sleman ini, selain pelaporan perkembangan terkini literasi di wilayah Sleman, rutinitas yang juga dinantikan adalah arisan buku. Masing-masing TBM membawa 2 (dua) buah buku untuk dikumpulkan. Setelah mengacak nama-bama TBM yang hadir, satu nama TBM akan diambil dan ditentukan sebagai pemenangnya. Pada pertemuan kali ini, yang memenangkan arisan adalah TBM Pena yang diwakili oleh Mbak Dea.

Di pertemuan-pertemuan selanjutnya, mudah-mudahan juga ada waktu untuk berbagi tentang bagaimana cara mengembangkan kegiatan dan program literasi di masing-masing TBM dengan dinamikanya masing-masing. Siapa tahu, sesi berbagi seperti itu dapat saling memberi semangat antara satu dan yang lain dalam merawat denyut dan nafas literasi masyarakat.(msaw).

Baru, Wonder biMBA-AIUEO: Melejitkan Minat Belajar Anak Dengan Riang

Wonderhome Library bekerja sama dengan biMBA-AIUEO menyelenggarakan kegiatan yang pada dasarnya adalah bermain tapi efeknya dapat meningkatkan minat belajar anak. Ini bukan bimbingan belajar yang targetnya adalah anak “dipaksa” untuk menguasai kemampuan baca, tulis, dan mengitung pada waktu tertentu. Dengan cara “pemaksaan” itu mungkin anak dapat menguasai kemampuan belajar tertentu, tapi ujungnya dia akan mengalami tekanan dan stress yang tidak baik bagi masa depannya. Proses belajar yang dilakukan oleh Wonder biMBA menggunakan metode bermain, menyanyi, dan menyenangkan yang tidak membuat anak tertekan dan terpaksa. Mereka akan dengan sendirinya menyukai aktivitas baca dan belajar. Tanpa terasa, mereka akan menunjukkan minat baca dan belajar di luar dugaan kebanyakan orang. Jika tertarik untuk mengikuti kegiatan biMBA (bimbingan Minat Baca dan Minat Belajar) ini, silahkan hubungi Wonderhome Library di: wonderhomelib@gmail.com atau pamflet yang ada di laman ini.

Science Story for Muslim Kids di Yogyakarta

Science Story for Muslim Kids adalah topik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Dosen UMY, Mohammad Syifa Amin Widigdo. Kegiatan yang didukung oleh LPM UMY ini didasari atas keprihatinan terhadap banyaknya remaja usia sekolah di Dusun Mejing Wetan, Gamping, Sleman, DIY mengalami disorientasi di usia mudanya. Akibatnya, mereka tidak serius dalam belajar di sekolah dan bahkan berhenti sekolah untuk mengambil pekerjaan kasar untuk mendapatkan uang. Dengan bekerja sama dengan mitra, Wonderhome Library, yang sudah merintis kegiatan literasi di dusun tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan dan gairah untuk sains dan ilmu pengatahuan melalui cerita sehingga remaja Muslim di Dusun Mejing Wetan dapat meraih masa depan yang lebih cerah.

Di antara kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Workshop Science Story for Muslim Kids
  • Kak Bimo Berkisah Tentang Nabi Yang Ilmuwan
  • Tambahan Koleksi Ilmuwan Muslim di Wonderhome Library
  • Berkisah Tentang Ilmuwan Muslim di TPA/TPQ
  • Kegiatan pelaksanaan Science Story for Muslim Kids ini dimulai pada Hari Selasa, 28 Maret 2023 di TPA Masjid Walidain. Temanya tentang Jabir bin Hayyan. Di tempat yang sama, pada Hari Senin 10 April 2023, Tim Wonderhome Library hadi kembali dengan tema “Abbas Ibnu Firnas”.
  • Kegiatan berikutnya bekerjasama dengan TPA Masjid Al-Aman, yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Maret 2023. Temanya adalah tentang Jabir bin Hayyan.
  • Kisah Ilmuwan Muslim berikutnya bekerja sama dengan TPA Masjid Al-Hidayah, yang dilaksanakan pada Selasa, 4 April 2023 dan Selasa, 11 April 2023. Tema kegiatannya adalah , yang pertama tentang Jabir bin Hayyan dan yang kedua tentang Abbas Ibnu Firnas.
  • Kegiatan pengabdian ini terakhir kalinya bekerja sama dengan TPA Masjid Al-Ikhlas pada Rabu 12 April 2023 dengan tema Jabir Ibn Hayyan.

Workshop Pengelolaan Sampah Secara Halal di Wonder Green

Wonderhome Library bersama dengan LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) UMY mengadakan Workshop Pengelolaan Sampah Secara Halal telah dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2023, dengan Pembicara Aqidah Sri Suwarsi, M.S.I. bertempat di Wonderhome Library, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY. Acara ini dihadiri oleh para pengelola dan volunteer WonderGreen. Di antaranya adalah Herny Ameliana, Siti Melani, Anggi Friana, Dian Wahyu, Ihsanuddin, Reni Awaliyah, dan Halimatusa’diyah. Kegiatan tersebut dapat dilihat dalam channel YouTube di sini: https://youtu.be/i1MY5lg3dxQ. Di antara hal penting yang dipaparkan oleh pemateri dan menjadi masukan bagi pengelole WonderGreen adalah tentang akad pengelolaan sampah dan potensi kerja sama dengan institusi pegadian syariah.

Terkait dengan akad, Bu Aqidah memberi masukan terkait posisi WonderGreen, apakah berposisi sebagai pembeli sampah dari masyarakat atau sebagai perantara penjualan sampah. Jika posisi pertama yang dipilih, maka pihak WonderGreen boleh mendapatkan keuntungan dari sampah yang dibeli untuk kemudian dijual ke pengepul sampah. Kalau posisi kedua yang dipilih, WonderGreen tidak mendapat laba, tapi upah (ujrah) dari jasanya mengumpulkan sampah yang akan dibeli pengepulnya. Yang pertama adalah akad jual beli (bai’) dan yang kedua adalah akad wakalah (intermediasi). Demikian pula hal yang berkenaan sampah yang belum dipilah berdasarkan kategori sampah dengan harganya yang berbeda-beda. Jika sampahnya sudah dipilah berdasarkan kategorinya, ditimbang sesuai dengan beratnya, dan dihargai sesuai dengan harganya, maka akad transaksinya jelas dan tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan) di dalamnya. Tapi, jika sampahnya bercampur, diwadahi karung, dan tidak dipilah, lalu ditimbang, sampah tersebut ditimbang dan dihargai dengan sampah kategori apa? Di sini, Bu Aqidah memberi masukan agar sampah tersebut dipilah terlebih dahulu, lalu pemilahnya diberi upah atas jasanya memilah sampah, baru sampah tersebut dihargai berdasarkan kategorinya. Dengan begitu, unsur gharar (ketidakjelasannya) dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Selain itu, ada satu rekomendasi dari narasumber, yakni tentang kerja sama dengan Pegadaian Syariah. Jika WonderGreen sebagai institusi membesar, nasabah sampahnya terus bertambah, sehingga dapat membuat pengelolaan keuangan dan sampahnya semakin kompleks, maka Pegadian Syariah bisa dijadikan salah satu opsi untuk memudahkan pengelolaan keuangannya. Pegadian Syariah mempunyai program untuk menerima tabungan sampah yang dikonversi menjadi tabungan emas. Nasabah tetap mengirim dan menabung sampah melalui WonderGreen, dinilai harganya, lalu pembukuannya dilakukan dengan menggunakan pembukuan Pegadaian Syariah dengan konversi emasnya. Dengan car aini, Pegadaian Syariah akan membantu pembukuan dan konversinya ke emas dan WonderGreen tetap sebagai pembeli, pengumpul, dan pengelola sampahnya. Menanggapi rekomendasi ini, pengelola WonderGreen yang diwakili oleh Bu Herny Ameliana, mempertimbangkannya.

Membangun Islamic Digital Learning di Wonderhome Library

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada para dosen di tahun akademik 2021-2022. Melalui hibah skema tersebut, Mohammad Syifa Amin Widigdo dan Rhafidilla Vebrynda sebagai dosen UMY melakukan program pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema “Islamic Digital Learning.” Mitranya adalah Wonderhome Library.

Mereka memilih tema ini dengan pertimbangan bahwa banyak orang yang mengakses media digital, khususnya media sosial, lebih sering di masa Pandemi Covid-19. Namun tidak semua sumber-sumber yang diakses tersebut akurat, terpercaya, dan menarik. Dalam konteks ini, pembuatan dan penyediaan layanan sarana pembelajaran digital diyakini akan meningkatkan kemanfaatan Wonderhome Library sebagai perpustakaan komunitas bagi masyarakat, baik lokal maupun global.

Dalam kegiatan pengabdian ini, mereka mempunyai tiga program utama. Pertama, program menambahkan perlengkapan sarana pembelajaran. Beberapa peralatan yang dibeli dan ditambahkan adalah teleprompter Bestview, seperangkat perlengkapan lighting bersama dengan stand-nya, Green Screen, asesoris wall decoration, poster kutipan kata-kata bijak, dan beberapa hiasan untuk background dan meja yang dipakai utuk pembuatan video pembelajaran dan dakwah.

Kedua, program pengabdian ini membekali mitra dan para pegiat pembelajaran dengan kemampuan dasar pembuatan video dan komunikasi.

Workshop yang pertama adalah Workshop Pembuatan Video Pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 17 Maret 2022, di Wonderhome Library. Pembicara dan pendampingnya adalah Rhafidilla Vebrynda, S.I.Kom, M.I.Kom, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UMY. Peserta diajari dan didampingi untuk menguasai cara pembuatan video pembelajaran dengan OBS (untuk yang berbasis laptop) dan KineMaster (untuk yang berbasis handphone) serta bagaimana memakai green screen sebagai background dari video pembelajaran atau dakwah digitalnya. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=ikO5juvzYaQ.

Sedangkan workshop yang kedua adalah Workshop Cara Berkomunikasi di Depan Kamera Secara Efektif dan Kreatif. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 19 Maret 2022, di Wonderhome Library. Narasumber yang didatangkan adalah Rika Lusri Virga, S.I.P., M.A., pengajar di Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pembicara memberi penjelasan dan pelatihan tentang bagaimana cara menghindari miskomunikasi dalam penyampaian pesan melalui medium online yang meniscayakan adanya kamera di sana. Ia juga memberikan beberapa tip dan trik agar berbicara tanpa gugup di depan kamera sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audien dengan baik. Di antaranya adalah serang pembicara perlu mengambil nafas dan menahan nafas di dalam perut sebelum kemudian dikeluarkan secara pelan-pelan. Setelah itu, baru presentasi atau ceramah dimulai. Itu dapat menghilangkan rasa gugup. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak dalam tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=omZyCkgZgHM.

Ketiga, kegiatan terakhir dari program pengabdian produksi video pembelajaran dan dakwah digital Islam. Dalam proses produksi ini, volunteer Wonderhome Library melibatkan dan mendampingi beberapa pihak yang membuat video pembelajaran dan dagwah digital Islam, khususnya untuk program Bulan Ramadhan. Di antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan ini adalah siswa dan siswi yang aktif dalam Kerohanian Islam SMA DUA Yogyakarta (KHARISMA), aktivis FMKM (Keluarga Muslim Fakultas MIPA) UGM, Madrasah Digital, Pengurus Cabang IMM Kota Yogyakarta, dan kalangan internal Wonderhome Library sendiri.

Setelah program pengabdian ini dilaksanakan, beberapa perubahan terjadi baik dalam bentuk fisik berupa peralatan maupun perubahan dalam bentuk non-fisik, yaitu kemampuan dasar pembuatan video pembelajaran dan dakwah digital Islam.

Sarana dan peralatan digital learning bertambah dengan adanya Teleprompter BestView, seperangkat lighting dengan lensa warna dan stand-nya, serta beberapa asesoris dinding dan meja.

Selain itu, kemampuan produksi para volunter dan pegiat pembelajaran juga sudah makin meranta dan meningkat. Dari sebelumnya hanya mengetahui dasar ketrampilan penggunaan OBS dan Adobe Premier atau bahkan ada yang tidak tahu sama sekali, setelah program pengabdian ini, skill dan kemampuan para volunteer, pendidik, dan pendakwah menjadi merata dan meningkat. Mereka bahkan juga mempelajari dan mempraktikkan editing video menggunakan hanphone melalui aplikasi Kine Master. 

Yang terakhir, jika sebelumnya diseminasi syiar, pembelajaran, dan dakwah Islam hanya melalui youtube channel Wonderhome Library, setelah program pengabdian ini, channel yang digunakan semakin beragam dan meluas. Siswa dan siswi aktivis Kerohanian SMA Dua Yogyakarta menggunakan akun youtube mereka sendiri, yakni Kharisma SMADA. Aktivis Mahasiswa Muslim MIPA UGM menggunakan channel youtube-nya juga, yaitu KMFM UGM. Aktivis IMM Kota Yogyakarta menggunakan akun youtube Islam Millenial. Sementara Madrasah Digital dan Wonderhome Library tetap menggunakan channel youtube Wonderhome Library sendiri (msaw).

Wonderhome Library: Lokasi Baru, Harapan Baru, dan Semangat Baru

SLEMAN–Pada Ahad (3/1) Perpustakaan Wonderhome menyelenggarakan acara pembukaan di lokasinya yang baru, Jl. Randu No. 417 Dsn. Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY. Pembukaan ini sejatinya untuk memperkenalkan keberadaan perpustakaan yang telah berdiri sejak bulan Maret 2020 dengan segenap fasilitas baca, kantin, dan studio podcastnya kepada seluruh masyarakat. Selain direktur utama Wonderhome Library, Moh. Syifa Amin Widigdo, Ph.D, hadir pula pemerintah desa Ambarketawang, mulai dari kepala dusun Mejing Wetan, Ketua RW 04, Ketua RT 03, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, pemuda Mejing Wetan, dan beberapa tetangga sekitar. Tampak pula beberapa volunter yang turut hadir dan juga menahkodai jalannya kegiatan pagi itu.

Acara diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Dirut Wonderhome Library, Syifa menyampaikan bahwa Wonderhome Library berdiri di atas pondasi keislaman yang diaplikasikan dalam dasar-dasar filosofisnya. “Berdirinya Wonderhome Library tak lepas dari jiwa keislaman yang menjadi pedoman dalam perjalanannya, mulai dari Iman, Ihsan, Ilmu, dan Amal” ungkapnya. Syifa juga memperkenalkan beberapa volunter yang hadir kepada para tamu undangan.

Kepala perpustakaan yang diwakili oleh Zidny Azhar Hasbiyan, S.Pd.I berharap keberadaan Wonderhome Library di tempat yang baru ini dapat semakin bermanfaat untuk semuanya. “Semoga kehadiran Wonderhome Library dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Mejing Wetan” ungkap mahasiswa magister UMY itu.

Sementara itu, Ketua RT 03, Sangidu Umar memandang bahwa adanya studio podcast di Perpustakaan Wonderhome hendaknya dapat menjadi terobosan yang baik untuk menyongsong dunia digital. “Ada studio rekaman ini bagus sekali untuk membuat video pembelajaran, karena sekarang apa-apa serba divideokan, termasuk cara melepas paku dari dinding saja juga ada videonya” ujarnya disambut kelakar para hadirin.

Berikutnya Ketua RW 04, Nuryanto yang berapi-api menekankan pentingnya budaya membaca. Indonesia saat ini mengalami ketertinggalan yang terlampau jauh dari negara lainnya dalam hal membaca, dan adanya Wonderhome Library semoga dapat ‘mengoprak-oprak’ budaya baca di wilayah Mejing Wetan ini. “Menurut PBB, dari 61 negara dunia, Indonesia menempati ranking kedua dari belakang dalam hal literasi atau membaca” ungkapnya.

Kepala Dusun, Sudaryono juga turut memberikan sambutannya. Ia tidak tampak seperti orang lain di Wonderhome Library. Kehadirannya dalam pembukaan ini adalah kali kedua setelah yang pertama di lokasi yang lama. Sudaryono berharap di tempat yang baru, tempat yang lebih strategis dan terbuka ini, Wonderhome Library dapat lebih masif dalam beraktivitas. Wargapun diharapakan dapat bersinergi dengan pihak perpustakaan sehingga kebermanfaatannya dapat dicapai dengan maksimal.

Inspeksi ruangan di Wonderhome Library oleh para tamu undangan.

Acara yang disertai dengan protokol kesehatan tersebut diakhiri dengan inspeksi para tamu undangan ke setiap ruangan Wonderhome Library. Mulai dari ruang baca, mushalla, ruang studio, dan beberapa sudut lainnya. Diikuti dengan ketua pemuda Mejing Wetan yang turut berinspeksi dan melihat-lihat judul buku yang tersedia, yang selanjutnya dapat ditawarkan kepada anak-anak di Mejing Wetan. sulthon_aziz

Suasana membaca yang nyaman di Wonderhome Library.

Wonderhome Library: Sesi Bahasa Inggris Berbasis Komunitas

WONDERHOME–Di samping sesi Bahasa Arab, Wonderhome Library (WHL) juga membuka sesi Bahasa Inggris. Pada Jum’at (14/8), sesi yang bertajuk English Club tersebut dibuka dengan dihadiri beberapa remaja Perumahan Darussalam, Gamping. Kegiatan yang termasuk dalam program literasi budaya ini dipandu oleh salah satu volunter WHL yang berpengalaman di bidang ini, Irsyad Yusuf.

Suasana English Club di Wondercafe, Perumahan Darussalam, Gamping.

Selain menjadi sebuah komunitas, English Club ini juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat luas guna memperdalam kemampuan berbahasa Inggris melalui praktik secara langsung. Program yang disuguhkan pun bermacam, di antaranya adalah pembiasaan percakapan sehari-hari, penambahan kosa kata, pemahaman komprehensif, hingga persiapan materi tes TOEFL.

Mengingat potensi kebermanfaatannya yang cukup besar, program ini hendak diadakan rutin setiap pekannya, bahkan tidak hanya sekali. Sehingga kesempatan para peserta untuk mempraktikkan kemampuan berbahasanya akan semakin banyak. sulthon_aziz

Wonderhome Library Mulai Jajaki Pengolahan Sampah Organik

WONDERHOME–Salah satu program penting Wonderhome Library (WHL) adalah pengelolaan sampah. Untuk tujuan pengembangan dan peningkatannya, pada Selasa (4/8) diadakan studi banding ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, Bantul yang diikuti oleh direktur pelaksana WHL, Herny Ameliana beserta tiga orang volunter WHL lainnya. Setelah diadakan sesi tanya jawab bersama petugas TPST Piyungan, pihak WHL berkesempatan untuk meninjau lokasi gedung pengelolaan sampah. Acara berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 10.30 hingga 11.30 WIB, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Pertemuan volunter Wonderhome Library bersama petugas TPST Piyungan.

Pemantapan program pengelolaan sampah ini dilakukan berdasarkan misi WHL untuk turut berkontribusi dalam bidang literasi lingkungan. Harapannya, WHL dapat mengubah sampah organik di lingkungan warga Perumahan Darussalam menjadi pupuk kompos, dan memanfaatkannya untuk tanaman atau bahkan menjualnya. Mengingat banyaknya jumlah penduduk di perumahan ini yang mencapai lebih dari 90 rumah.

“Program pengelolaan sampah diadakan untuk memanfaatkan sampah di Perumahan Darussalam yang tergolong banyak hampir 90 kepala keluarga, baik sampah organik ataupun anorganik” ujar Herny saat bercerita soal program ini.

Embrio literasi lingkungan di WHL berawal dari sekedar pengepulan sampah kering milik warga Perumahan Darussalam. Sampah kering jenis botol, plastik, kaca, kertas, hingga elektronik bekas dikumpulkan oleh warga di salah satu ruang WHL, yang selanjutnya dipilah dan dijual ke pengepul. Lambat laun, dirasa perlu juga ada aktivitas pengolahan sampah organik (basah) karena jumlahnya yang banyak agar bisa dimanfaatkan. sulthon_aziz