Wonderhome Library adalah rumah literasi berbasis lingkungan dan masyarakat yang hadir tidak hanya sebagai perpustakaan dengan koleksi buku dan media belajar, tapi juga sebagai penggerak gairah dan budaya literasi di tengah masyarakat. Ia menjadi wadah dan pusat belajar yang memberikan ruang dan layanan belajar bagi masyarakat agar mampu membangun kapasitas dan kompetensi diri untuk menghadapi era digital yang disruptif.
Pendirian Wonderhome Library didasari oleh kenyataan bahwa di era digital yang disruptif ini dunia semakin terbuka, mobilitas manusia tak terhalangi batas negara, dan arus informasi menembus sekat bahasa dan bangsa. Dalam situasi yang demikian, tak bisa dibayangkan bagaimana nasib generasi baru Indonesia jika mereka tidak dipersiapkan dengan pembelajaran, pendidikan, dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi dunia yang semakin berubah. Mereka bisa menjadi kuli di tanah sendiri. Mereka akan sulit keluar dari lingkaran setan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang turun temurun.
Era Disrupsi yang ditandai dengan makin derasnya arus informasi, model komunikasi digital yang impersonal, dan berbagai kemudahan yang berbasis internet menghadirkan peluangan dan tantangan tersendiri. Jika masyarakat tidak dibekali atau membekali diri dengan kemampuan literasi yang memadai, niscaya mereka akan semakin terpinggirkan dan makin terperosok dalam kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Ketidakmampuan mereka dalam berinteraksi, berkompetisi, menghadapi, atau berkontribusi di Era Disrupsi bisa saja dikompensasikan dalam kegiatan dan perilaku yang yang negatif dan distruktif. Tentu hal itu harus dicegah dengan langkah-langkah yang edukatif dan memberdayakan.
Pemerintah mempunyai peran dan domain tersendiri di tingkat struktural untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Aparatus negara dalam berbagai lininya dapat dikerahkan untuk mendongkrak sumber daya manusia Indonesia, terutama melalui pendidikan formal maupun non-formal yang diselenggarakan pemerintah. Hanya saja, pendekatan melalui jalur struktural kenegaraan saja tidak cukup, mengingat keterbelakangan masyarakat Indonesia di bidang pendidikan dan literasi secara umum sangat akut. Tidak semua kelompok masyarakat dapat terjangkau oleh program-program pemerintah yang seringkali hanya bersifat temporer dan formalistik itu.
Dalam konteks ini, peran serta masyarakat diperlukan untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak terjangkau oleh program-program pemerintah. Jalur kultural kemasyarakatan bahkan seringkali lebih efektif dan efisien untuk menggugah kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk memberdayakan dan mempersiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi peluang dan tantangan zaman yang semakin kompleks. Untuk itu, Wonderhome Library hadir dengan gerakan dan program yang bersifat pencerahan, pembelajaran, peningkatan literasi dan keterampilan, serta upaya-upaya lain untuk membekali masyarakat Indonesia agar tidak terbelakang dan tersingkirkan dalam konstelasi pergaulan global.
Visi
“Mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kesiapan dan kemampuan untuk berkompetisi dan berkontribusi secara positif dalam skala lokal, nasional, dan global”
Misi
1. Menyediakan fasilitas dan tempat bagi masyarakat untuk belajar dan meningkatkan budaya literasi
2. Memberikan ruang dan layanan belajar bagi masyarakat agar dapat menempa kecakapan diri, saling berinteraksi, dan saling berkolaborasi.
3. Membangun budaya literasi masyarakat melalui rumah literasi berbasis lingkungan dan masyarakat (society and neighborhood-based literacy)
Tujuan
1. Menjadikan budaya literasi sebagai sebuah gerakan yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan, ketrampilan, kecakapan, dan kecerdasan untuk menghadapi berbagai tantangan di era baru.
2. Mempersiapkan masyarakat Indonesia dengan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan hidup agar mampu berkompetisi dan berkontribusi positif bagi upaya membangun peradaban Indonesia yang lebih baik.
3. Memotong lingkaran keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan dengan usaha-usaha peningkatan sumberdaya melalui pendidikan, pembelajaran, dan pelatihan kecakapan hidup agar masyarakat mampu bersaing dan berkontribusi penting di kancah pergaulan lokal, nasional, dan global.
Motto
Wonderhome Library: The Spring of Literacy
Filosofi
Critical, Creative, and Care (Kritis, Kreatif, dan Peduli)
Alamat Perpustakaan
Perumahan Darussalam, Blok A-13, Amberkatawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55294
Email: wonderhomelib@gmail.com
Telpon: 0274-282-0945
Program-Program Wonderhome Library
1). Literasi Pustaka dan Budaya
Pertama adalah program Literasi Pustaka dan Budaya. Melalui program ini, masyarakat akan difasilitasi untuk membuat perpustakaan bersama yang di dalamnya anak-anak, remaja, dan orang dewasa mempunyai akses untuk membaca, belajar, dan berkarya bersama dengan dipandu oleh para sukarelawan pustaka. Narasumber dari dalam maupun luar juga akan diundang untuk membedah buku, mendongeng, atau berbagi pengetahuan secara rutin di perpustakaan. Ujungnya, anak-anak dan remaja khususnya, dan msyarakat pada umumnya, ditargetkan untuk mempunyai karya bersama dalam bentuk buku kompilasi tulisan, ulasan buku, video kreatif, atau cerita pendek yang dipublikasikan secara cetak maupun online.
Program ini diterjemahkan dalam beberapa bentuk kegiatan, seperti: 1). English and Arabic Literacy Community, 2). Fun Science Learning Activity, 3). Creative Writing Literacy Community, 4). Playful Learning Activity, dan 5). Islamic Studies Research and Advancement (ISRA).
2). Literasi Keluarga
Program kedua adalah Literasi Keluarga. Masyarakat akan diberi ruang dan fasilitas untuk belajar tentang parenting, pengelolaan keuangan rumah tangga, perencanaan pendidikan buat anak, dan pencegahan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Salah satu bentuk kegiatan dari program ini diberi nama Family and Parenting Literacy.
3). Literasi Lingkungan
Program ketiga adalah Literasi Lingkungan. Di dalamnya, masyarakat difasiltasi untuk belajar bagaimana mengelola sampah rumah tangga, memilah sampah untuk didaur ulang, dan wawasan ramah lingkungan lainnya. Nama kegiatan dari program ini adalah Environment Literacy.
4). Literasi Digital
Program keempat adalah Literasi Digital. Melalui program ini masyarakat dapat belajar bagaimana menggunakan gawai (gadget) dengan cerdas, positif, dan produktif. Kegiatan dari program ini dapat berupa pelatihan penggunaan sosial media dan marketplace untuk bisnis online atau pembuatan video yang berisi konten kreatif atau berkualitas edukatif. Kegiatan-kegiatan dari program ini berujung pada pembentukan apa yang disebut sebagai Digital Literacy Community.
5). Literasi Kewirausahaan
Program kelima adalah Literasi Kewirausahaan. Dengan program ini, masyarakat akan diberi ruang untuk berbagi tentang bagaimana mengembangkan usaha yang profitable, halal, dan membawa manfaat bagi sekitar. Perpusatakaan mendirikan dan memiliki sebuah café yang tidak hanya akan mendukung keberlangsungan perpustakaan tapi juga menyediakan ruang dan atmosfir untuk belajar dan berdiskusi tentang pendirian dan pengembangan usaha. Café brfungsi sebagai coworking space (ruang kerja bersama) yang memungkinkan masyarakat untuk saling interaksi dan berkolaborasi melahirkan karya, usaha, atau gagasan baru. Bentuk literasi yang dikembangkan melalui coworking space di café ini adalah Entrepreneurship Literacy.