Category Archives: Wonderhome Program Schedule

Workshop dan Praktik Podcast Wonderhome: Kisah Orang Biasa dengan Cerita Luar Biasa

Podcast menjadi medium baru untuk berbagi dan menyerap pengetahuan. Dalam bentuk audio maupun plus visualnya, podcast dapat dimanfaatkan untuk penguatan literasi masyarakat di samping medium cetak seperti buku. Untuk itulah, pada tanggal Ahad, 27 Oktober 2024 kemarin, Wonderhome Library menyelenggarakan Workshop dan Praktik Podcast di Studio Wonderhome Library dari jam 12.00 sampai 17.00.

Acara dimulai dengan pemaparan dari Founder Wonderhome Podcast, Syifa Amin. Ia menjabarkan tentang apa itu podcast, bagaimana cara memulai dan memandu sebuah podcast, peralatan apa saja yang diperlukan untuk podcast, dan platform apa saja yang dapat dijadikan tempat untuk publikasi podcast. Dengan best practice dari Wonderhome Podcast, ia menunjukkan bagaimana pengetahuan tentang podcast tersebut dipakai untuk praktik di Wonderhome sejak masa awalnya di tahun 2020. Ahmad Sahide, sebagai nara sumber pertama di Wonderhome Podcast, berbagi tentang bagaimana pengalamannya menjadi nara sumber dan persiapan apa saja yang ia lakukan sebelum rekaman di studio.

Setelah sesi pengenalan tentang dunia podcast tersebut, sesi berikutnya Puthut EA yang merupakan host di Putcast milik Mojok.Co berbagi pengalamannya tentang bagaimana mengelola podcast. Awalnya, ia hanya didapuk menjadi host podcast hanya sebagai dummy  saja, sambil mencari host baru. Hanya saja, dalam perjalanannya, tidak ditemukan host yang pas selain Mas Puthut yang juga merupakan Kepala Suku Mojok.Co. Akhirnya, peran sebagai host podcat pun terpaksa ia teruskan. Pada saat yang sama, respon dari audien juga positif. Ia pun bertransformasi dari soerang penulis yang sudah berkarya puluhan tahun (25 tahun di tahun 2024 ini), kini ia juga dikenal sebagai seorang pembawa podcast youtube yang berhasil di Yogyakarta.

Membawakan podcast dan telah mewawancarai lebih dari 300 nara sumber memunyai dinamikanya tersendiri. Ia pernah punya nara sumber  yang seperti kulkas, dingin, dan pelit bicara. Hal seperti ini cukup menantang dan membuatanya harus mencari cara agar obrolan tetap dapat berlangsung dengan baik. Ia juga pernah berbincang dengan nara sumber yang bicaranya ngalor-ngidul. Ketika diarahkan dengan pertanyaan, ia tetap berbicara di luar topik yang ditanyakan. Namun, ada juga kalanya ia mendapat pengalaman yang menyenangkan. Obrolannya dengan orang biasa, Mbah Legiyem (Petani di Gunung Kidul), yang kisah kemandirian dan kedaulatannya sangat kuat dan inspiratif. Ia ingin lebih banyak bisa mengangkat kisah orang-orang biasa seperti Mbah Legiyem ini dengan cerita-cerita hebatnya. Cerita di balik keberhasilan Putcast Mojok ini dapat disaksikan di sini: https://youtu.be/fsO7lvu5GA4.

Sesi terakhir diisi dengan praktik podcast. Pada kesempatan pertama, Mbak Anggi dari Wonderhome Library dan Ibu Herlina dari TBM Al-Aman berbincang tentang topik keluarga dengan segala lika-likunya. Giliran berikutnya, Mas Uta Ahmad Shofyan dan Mas Fajar dari TBM Suryowinoto berbincang tentang masalah-masalah sosial. Terakhir, Mas Eling dari UMY dan Mas Saipul dari Madrasah Digital membahas peradaban Islam.  

Wonderhome Library: Sesi Bahasa Inggris Berbasis Komunitas

WONDERHOME–Di samping sesi Bahasa Arab, Wonderhome Library (WHL) juga membuka sesi Bahasa Inggris. Pada Jum’at (14/8), sesi yang bertajuk English Club tersebut dibuka dengan dihadiri beberapa remaja Perumahan Darussalam, Gamping. Kegiatan yang termasuk dalam program literasi budaya ini dipandu oleh salah satu volunter WHL yang berpengalaman di bidang ini, Irsyad Yusuf.

Suasana English Club di Wondercafe, Perumahan Darussalam, Gamping.

Selain menjadi sebuah komunitas, English Club ini juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat luas guna memperdalam kemampuan berbahasa Inggris melalui praktik secara langsung. Program yang disuguhkan pun bermacam, di antaranya adalah pembiasaan percakapan sehari-hari, penambahan kosa kata, pemahaman komprehensif, hingga persiapan materi tes TOEFL.

Mengingat potensi kebermanfaatannya yang cukup besar, program ini hendak diadakan rutin setiap pekannya, bahkan tidak hanya sekali. Sehingga kesempatan para peserta untuk mempraktikkan kemampuan berbahasanya akan semakin banyak. sulthon_aziz

Wonderhome Library Mulai Jajaki Pengolahan Sampah Organik

WONDERHOME–Salah satu program penting Wonderhome Library (WHL) adalah pengelolaan sampah. Untuk tujuan pengembangan dan peningkatannya, pada Selasa (4/8) diadakan studi banding ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, Bantul yang diikuti oleh direktur pelaksana WHL, Herny Ameliana beserta tiga orang volunter WHL lainnya. Setelah diadakan sesi tanya jawab bersama petugas TPST Piyungan, pihak WHL berkesempatan untuk meninjau lokasi gedung pengelolaan sampah. Acara berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 10.30 hingga 11.30 WIB, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Pertemuan volunter Wonderhome Library bersama petugas TPST Piyungan.

Pemantapan program pengelolaan sampah ini dilakukan berdasarkan misi WHL untuk turut berkontribusi dalam bidang literasi lingkungan. Harapannya, WHL dapat mengubah sampah organik di lingkungan warga Perumahan Darussalam menjadi pupuk kompos, dan memanfaatkannya untuk tanaman atau bahkan menjualnya. Mengingat banyaknya jumlah penduduk di perumahan ini yang mencapai lebih dari 90 rumah.

“Program pengelolaan sampah diadakan untuk memanfaatkan sampah di Perumahan Darussalam yang tergolong banyak hampir 90 kepala keluarga, baik sampah organik ataupun anorganik” ujar Herny saat bercerita soal program ini.

Embrio literasi lingkungan di WHL berawal dari sekedar pengepulan sampah kering milik warga Perumahan Darussalam. Sampah kering jenis botol, plastik, kaca, kertas, hingga elektronik bekas dikumpulkan oleh warga di salah satu ruang WHL, yang selanjutnya dipilah dan dijual ke pengepul. Lambat laun, dirasa perlu juga ada aktivitas pengolahan sampah organik (basah) karena jumlahnya yang banyak agar bisa dimanfaatkan. sulthon_aziz

Wonderhome Library: Tingkatkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan Bahasa Arab

WONDERHOME–Dalam rangka mengembangkan misi literasinya, Wonderhome Library (WHL) mengadakan program Sesi Bahasa Arab yang mulai dibuka pada Senin (20/7). Sesi Bahasa Arab ini dikategorikan menjadi dua, pertama untuk mempelajari materi Nahwu dan Sharf (kedudukan dan perubahan kata), kedua untuk membiasakan praktik muhadatsah (percakapan).

Sesi Bahasa Arab untuk anak-anak.

Sesi Bahasa Arab ini diadakan sebanyak dua kali pada setiap harinya, yaitu Senin dan Kamis. Pertama dimulai dari pukul 16.00 sampai 17.00 untuk materi muhadatsah, dan kedua dimulai setelah Shalat Maghrib hingga menjelang Shalat Isya’ untuk materi Nahwu dan Sharf. Diadakan empat kali dalam sepekan, sesi ini diampu oleh salah seorang volunter WHL, Sulthon Abdul Aziz. Menurutnya, tujuan dalam pelaksanaan sesi ini adalah untuk mengajarkan Bahasa Arab dasar, agar setiap orang dapat merasa lebih dekat dengan Al-Qur’an.

“Penguasaan Bahasa Arab memang menjadi tujuan dari kursus ini. Tapi sebelum mencapai tahap itu, setidaknya dengan Bahasa Arab kita dapat merasa lebih dekat dengan Al-Qur’an” ujar Sulthon saat ditanya soal kursus ini.

Direktur Utama WHL, M. Syifa Amin Widigdo, Ph.D. juga turut mengawal langsung program ini. Dosen UMY sekaligus Wakil Dekan Fakultas Agama Islam tersebut menjelaskan bahwa program yang digagasnya ini merupakan sebuah upaya untuk memperkenalkan Bahasa Arab lebih luas sebagai bahasa Al-Qur’an.

Mulanya, kursus dibuka untuk umum. Tetapi mengingat situasi di masa pandemi ini, peserta dibatasi untuk kalangan warga sekitar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Adapun buku yang digunakan dalam kursus ini adalah buku percakapan dan kosa kata cetakan Darussalam Press, Pondok Modern Darussalam Gontor. sulthon_aziz

Resmi Dibuka, Wonderhome Library Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

GAMPING–Wonderhome Library (WHL) resmi dibuka pada Jum’at (3/7). Turut hadir dalam acara ini Dukuh Mejing Wetan Bapak Sudaryono, Ketua RW dan Ketakmiran Perumahan Darussalam Bapak Waskito, Direktur Wonderhome Library Bapak Moh. Syifa Amin Widigdo, Ph.D., dan beberapa warga sekitar, termasuk para anggota organisasi kepemudaan Darteen (Darussalam Teenagers). Masing-masing datang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, cek suhu tubuh, cuci tangan, hingga menjaga jarak fisik.

Acara dimulai pada pukul 10.00 dan bertempat di ruang studio WHL. Usai pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selaku direktur Syifa menyampaikan sambutan yang dilanjutkan dengan presentasi terkait program dan agenda WHL ke depan. Syifa menjelaskan bahwa ide dan gagasan pendirian WHL ini sedikit banyak terinspirasi oleh pengalamannya saat menjalani studi di Amerika Serikat. Di negara adidaya tersebut, Syifa menghayati berbagai aspek kehidupan yang terjadi seperti sosial, budaya, dan pendidikan. Dari itu semua, dosen UMY tersebut mulai merumuskan pemikirannya dan ingin mengawali agenda besarnya melalui literasi.

Waskito, ketua RW dan ketakmiran Perumahan Darussalam juga turut menyampaikan sambutannya. Ia sangat mengapresiasi atas berdirinya WHL. Pasalnya, program yang diusung oleh WHL selaras dengan agenda RW dan ketakmiran. Waskito menjelaskan bahwa rencana untuk membuat perpustakaan dan mendirikan warung sudah muncul sejak lama. Namun karena beberapa kendala, gagasan tersebut belum mampu direalisasikan. Waskito berharap ketakmiran dapat terus berjalan bersamaan dengan WHL, karena bagaimanapun kedua institusi swasta tersebut memiliki visi yang sama.

Ketua RW dan Ketakmiran Perumahan Darussalam, Bapak Waskito menyampaikan sambutannya saat pembukaan Wonderhome Library.

Berikutnya adalah sambutan Dukuh Sudaryono. Dalam kesempatan ini, Sudaryono mengungkapkan betapa warganya terbantu dengan program “WHL Peduli” lantaran memberikan sembako untuk warga sekitar yang terdampak Covid-19 ini. Selain itu, Sudaryono juga menceritakan berbagai hal terkait Mejing Wetan, mulai dari tradisi, karakter, hingga beberapa permasalahan sering dihadapinya. Ia berharap, WHL dapat terus menebarkan berkah dan manfaat, terutama untuk penduduk di sekitarnya.

Acara diselingi dengan pemutaran video profil Wonderhome Library. Video berdurasi sekitar tujuh menit tersebut menggambarkan beberapa program yang telah berjalan sementara ini. Di antaranya adalah rekaman video (podcast), pembagian sembako, aktivitas perpustakaan, dan agenda lainnya.

Untuk tambahan informasi, selain ruang studio, Wonderhome Library juga dilengkapi dengan mushalla, toilet, ruang staf, dan café. Ditambah lagi dengan area khusus untuk aktivitas literasi lingkungan (pengelolaan sampah), yang sebulan sekali melakukan pengepulan sampah kering.

D’ Market Bina Kemandirian dan Kepercayaandiri para Pedagang

GAMPING-Geliat Wonderhome Library (WHL) untuk turut menjadi sebuah gerakan sosial tidak terhenti di tengah pandemi Covid-19. Gerakan sosial tetap digalakkan dalam rangka mewujudkan misi “peduli” di samping misi WHL dalam bidang literasi dan terus menjadi inspirasi.

Pada hari Ahad (12/7), WHL yang bekerja sama dengan Bidang Kemuslimahan Perumahan Darussalam mengadakan kegiatan dagang mandiri yang dinamakan D’ Market. D’ Market atau Pasar Darussalam merupakan aktivitas dagang yang dijalankan oleh, dari, dan untuk warga Perumahan Darussalam, Kelurahan Ambarketawang Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pasar dibuka setiap hari Ahad, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dan berlokasi di halaman Perpustakaan Wonderhome. Satu hal menarik dalam pelaksanaannya adalah D’ Market mensyaratkan barang dagangan berupa produksi mandiri.

“Makanan atau snack yang dititipkan harus buatan sendiri, tidak boleh ada yang beli di luar lalu menjualnya di D’ Market” ungkap Siti Melani, voluntir Wonderhome Library yang mengelola kegiatan ini.

Suasana D’ Market (Pasar Darussalam) yang mulai ramai dikunjungi para penitip dan pembeli.

Awalnya aturan ini dibuat sekedar untuk memfasilitasi ibu-ibu warga Perumahan Darussalam untuk berpartisipasi dalam kegiatan dagang. Namun lebih dari itu, adanya D’ Market ternyata juga menumbuhkan kepercayaan diri para ibu-ibu untuk memasak. Mereka menjadi lebih yakin dengan hasil masakan dan tidak malu untuk mencoba menjualnya. Bahkan ada di antaranya yang tidak terbiasa memasak tapi kali ini ikut menitip di D’ Market.

“Saya terbiasa masak, tapi bingung menjualnya. Mungkin karena kurang percaya diri ya. Dengan adanya D’ Market ini saya menjadi yakin dengan hasil masakan saya dan coba menjualnya” ujar Halimatussa’diah, salah seorang penitip snack saat diwawancarai usai pelaksanaan D’ Market.

Kali ini merupakan pekan ketiga D’ Market beroperasi dengan aneka jenis makanan ringan yang terbanyak dari sebelumnya. Tercatat sekitar 40 jenis makanan dengan harga kisaran Rp. 1.000 hingga Rp. 10.000. Hingga akhir penjualan, D’ Market berhasil mengumpulkan omset sekitar 1,3 juta.

Wonderhome Library Bagikan Sembako “Korona” Kloter Ketiga

GAMPING-Wonderhome Library (WL), melalui salah satu programnya “Wonderhome Library Peduli” kembali mengadakan pembagian sembako kepada warga sekitar, Kamis (21/5). Selain dengan perangkat desa, WL juga bekerja sama dengan Takmir Masjid Darussalam Gamping dalam distribusinya. Isi sembako yang diberikanpun sedikit berbeda dengan pembagian sebelumnya. Di samping sembako “sembilan bahan pokok”, isi paket kali ini ditambah dengan menu lebaran ala Ramadhan, seperti wafer, sirup, dan camilan lainnya.

Sembako berjumlah 100 paket dengan harga Rp. 135.000 per paket. Biaya yang terbilang cukup besar ini berasal dari para donatur WL yang secara rutin menyisihkan sebagian rezekinya untuk didonasikan, hingga WL dapat menjalankan program ini secara rutin setiap bulan. Direktur Utama WL, Mohammad Syifa Amin Widigdo, Ph.D., mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dermawan yang turut berkontribusi dalam program ini. Mudah-mudahan program ini membawa keberkahan untuk para donatur dan masyarakat dalam melewati wabah Covid-19 ini.

Selama masa wabah Covid-19 ini, Wonderhome Library berencana untuk dapat membagikan sembako rutin setiap bulan, kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Dan hingga kini, program tersebut telah terlaksana, dimulai sejak bulan Maret 2020.

“Alhamdulillah sejak bulan Maret, Wonderhome Library dapat terus berbagi kepada warga sekitar, untuk meringankan beban mereka dalam menghadapi wabah ini” ujar salah seorang anggota volunteer WL.

Bagi bapak-ibu dan rekan-rekan yang hendak berpartisipasi dalam program ini, dihaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga menjadi amal kebaikan para donatur sekalian.

Berikut reportase video selengkapnya. https://youtu.be/6ehwfgRw7-4

Wonderhome Library: Pembagian Sembako “Korona” Kloter Kedua

GAMPING-Selasa (21/4), Wonderhome Library (WL) kembali mengadakan pembagian sembako kepada sejumlah warga sekitar yang secara ekonomi terdampak wabah Covid-19. Sembako berjumlah 40 bungkus yang berisi kebutuhan pokok (beras, telur, kecap, sarden, dan mie instan) senilai 120 ribu. Lain dengan kloter pertama, pembagian sembako kali ini dilakukan secara door to door. M. Syifa Amin Widigdo selaku direktur utama WL mengantarkan sembako dari rumah ke rumah bersama beberapa anggota volunteer WL.

Pembagian sembako door to door kali ini dimaksudkan agar penerimaannya lebih merata dan tepat sasaran. Selain itu, dengan “blusukan” pihak WL dapat merasakan, melihat, dan mendengar secara langsung keluh kesah masyarakat, terutama setelah meluasnya penyebaran virus ini.

“Meski melelahkan, pembagian sembako dengan cara door to door membuat kita dapat merasakan apa yang mereka rasakan” ungkap Herny Ameliana, salah satu volunteer WL.

“Ternyata masih banyak warga yang hidup serba kekurangan meski bertempat di kawasan perkotaan, yang bahkan untuk sekedar makan sekali saja sangat kesulitan” lanjutnya.

Para penerima sembako yang menjadi sasaran WL Peduli di antaranya adalah janda atau duda yang kerja serabutan dan hidup sendirian, kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan lantaran wabah korona, dan lain sebagainya. Pada pembagian sembako kloter kedua ini, ada satu peristiwa yang mengharukan. Yaitu saat seorang kakek yang saking gembiranya mendapat sembako hingga bercerita ngalor ngidul sambil menangis. Bukan semata karena sembako, melainkan kedatangan tim WL ke rumahnya dipandang sebagai sebuah hiburan lantaran kakek tersebut telah lama hidup sendiri.

Pembagian sembako dimulai setelah Maghrib dan selesai pukul 20.00 WIB. Di samping menyerahkan sembako, tim WL juga memohon do’a kepada para penerima agar ke depan Wonderhome Library dapat terus berkembang dan semakin bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara.

Bukan soal seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi seberapa besar kepedulian seseorang terhadap sesama. Untuk niatan itulah WL berencana mengadakan pembagian sembako secara rutin setiap bulan. WL juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dalam program ini. Berapapun bantuan yang akan diberikan, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan para donatur sekalian.

2 (1)

Wonderhome Library Bagikan Sembako “Korona”

GAMPING-Penyebaran wabah virus korona (Covid-19) yang kian hari kian meluas memberikan dampak serius terhadap ekonomi bangsa. Terlebih, untuk mengantisipasi penularannya, pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Hal ini tentu menjadi kendala bagi sejumlah pekerja lapangan hingga kebutuhan hidupnya mulai terganggu.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, Wonderhome Library (WL) mengadakan program Wonderhome Library Peduli (WLP) yang berkantor pusat di Perumahan Darussalam, Blok A-13, Amberkatawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, 55294. Melalui program ini, pada Kamis (2/4) WL membagikan sembako seharga 100 ribu untuk warga sekitar dengan jumlah 43 keluarga.

“Sembako berisi kebutuhan pokok yang dibagikan kepada 43 keluarga, bekerjasama dengan Dukuh di Dusun Mejing Wetan” ujar Syifa Widigdo, direktur utama Wonderhome Library.

Bukan soal seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi seberapa besar kepedulian seseorang terhadap sesama. Untuk niatan itulah WL berencana mengadakan pembagian sembako secara rutin setiap bulan. WL juga mengajak para pembaca sekalian yang hendak bergabung dalam program ini. Berapapun bantuan yang akan diberikan, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan para donatur sekalian.

2 (1)

Wonderhome Library: Jiwa Voluntarisme Wujudkan Indonesia Maju

YOGYAKARTA-Wonderhome Library (WL) adalah rumah literasi berbasis masyarakat yang hadir tidak hanya sebagai perpustakaan, tapi juga sebagai penggerak gairah dan budaya literasi. Pada hari Ahad (15/03), WL mengadakan workshop yang diikuti oleh sejumlah peserta dan diisi langsung oleh direktur utama WL, M. Syifa Amin Widigdo, Ph.D. Para peserta sebelumnya telah mengisi formulir via google form, dan menjadi volunteer dalam pelaksanaan berbagai program WL. Para volunteer berjumlah sepuluh orang dengan latar belakang yang berbeda, di mana sebagian besarnya adalah mahasiswa aktif di beberapa kampus di Yogyakarta. Selain menjadi mahasiswa, mereka juga menjadi praktisi di berbagai organisasi, baik swasta maupun pemerintah. Mulai dari aktivis Gubuk Pintar di Purbalingga, Komunitas Belajar Sejahterakan Indonesia (KBSI), Komunitas Remaja Masjid Gamping, Karang Taruna, dan lain sebagainya.

1
Pelatihan Voluntarisme Literasi oleh Direktur Utama Wonderhome Library, Moh. Syifa Amin Widigdo, Ph.D. (Ahad, 15/03)

Syifa menekankan betapa pentingnya peran dan fungsi para volunteer dalam pengembangan WL. Hal tersebut mengingat bahwa upaya pemerintah untuk mencerdaskan bangsa yang bersifat struktural dan formalistik tidaklah cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dibutuhkan gerakan-gerakan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut merancang berbagai program dengan basis kesukarelaan masyarakat. Di antaranya adalah Literasi Pustaka dan Budaya, Literasi Keluarga, Literasi Lingkungan, Literasi Digital, dan Literasi Kewirausahaan.

Selain itu, perencanaan program di atas juga didasari oleh kenyataan bahwa di era digital yang disruptif ini dunia semakin terbuka. Dalam situasi yang demikian, tak bisa dibayangkan bagaimana nasib generasi baru Indonesia jika mereka tidak dipersiapkan dengan pembelajaran, pendidikan, dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi dunia yang semakin berubah. Mereka bisa menjadi kuli di tanah sendiri dan tetap berada dalam lingkaran setan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang turun temurun.

Dengan moto ”The Spring of Literacy” kehadiran WL diharapkan mampu menjadikan budaya literasi sebuah gerakan masyarakat yang mampu memotong lingkaran keterbelakangan di Indonesia. Selain sebagai rumah literasi, WL juga membuka café yang menyediakan aneka minuman dan makanan. Adapun lokasinya, WL bertempat di Perumahan Darussalam, Blok A-13, Amberkatawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55294.