Category Archives: Archives and Links

Workshop Pengelolaan Sampah Secara Halal di Wonder Green

Wonderhome Library bersama dengan LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) UMY mengadakan Workshop Pengelolaan Sampah Secara Halal telah dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2023, dengan Pembicara Aqidah Sri Suwarsi, M.S.I. bertempat di Wonderhome Library, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY. Acara ini dihadiri oleh para pengelola dan volunteer WonderGreen. Di antaranya adalah Herny Ameliana, Siti Melani, Anggi Friana, Dian Wahyu, Ihsanuddin, Reni Awaliyah, dan Halimatusa’diyah. Kegiatan tersebut dapat dilihat dalam channel YouTube di sini: https://youtu.be/i1MY5lg3dxQ. Di antara hal penting yang dipaparkan oleh pemateri dan menjadi masukan bagi pengelole WonderGreen adalah tentang akad pengelolaan sampah dan potensi kerja sama dengan institusi pegadian syariah.

Terkait dengan akad, Bu Aqidah memberi masukan terkait posisi WonderGreen, apakah berposisi sebagai pembeli sampah dari masyarakat atau sebagai perantara penjualan sampah. Jika posisi pertama yang dipilih, maka pihak WonderGreen boleh mendapatkan keuntungan dari sampah yang dibeli untuk kemudian dijual ke pengepul sampah. Kalau posisi kedua yang dipilih, WonderGreen tidak mendapat laba, tapi upah (ujrah) dari jasanya mengumpulkan sampah yang akan dibeli pengepulnya. Yang pertama adalah akad jual beli (bai’) dan yang kedua adalah akad wakalah (intermediasi). Demikian pula hal yang berkenaan sampah yang belum dipilah berdasarkan kategori sampah dengan harganya yang berbeda-beda. Jika sampahnya sudah dipilah berdasarkan kategorinya, ditimbang sesuai dengan beratnya, dan dihargai sesuai dengan harganya, maka akad transaksinya jelas dan tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan) di dalamnya. Tapi, jika sampahnya bercampur, diwadahi karung, dan tidak dipilah, lalu ditimbang, sampah tersebut ditimbang dan dihargai dengan sampah kategori apa? Di sini, Bu Aqidah memberi masukan agar sampah tersebut dipilah terlebih dahulu, lalu pemilahnya diberi upah atas jasanya memilah sampah, baru sampah tersebut dihargai berdasarkan kategorinya. Dengan begitu, unsur gharar (ketidakjelasannya) dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Selain itu, ada satu rekomendasi dari narasumber, yakni tentang kerja sama dengan Pegadaian Syariah. Jika WonderGreen sebagai institusi membesar, nasabah sampahnya terus bertambah, sehingga dapat membuat pengelolaan keuangan dan sampahnya semakin kompleks, maka Pegadian Syariah bisa dijadikan salah satu opsi untuk memudahkan pengelolaan keuangannya. Pegadian Syariah mempunyai program untuk menerima tabungan sampah yang dikonversi menjadi tabungan emas. Nasabah tetap mengirim dan menabung sampah melalui WonderGreen, dinilai harganya, lalu pembukuannya dilakukan dengan menggunakan pembukuan Pegadaian Syariah dengan konversi emasnya. Dengan car aini, Pegadaian Syariah akan membantu pembukuan dan konversinya ke emas dan WonderGreen tetap sebagai pembeli, pengumpul, dan pengelola sampahnya. Menanggapi rekomendasi ini, pengelola WonderGreen yang diwakili oleh Bu Herny Ameliana, mempertimbangkannya.

Membangun Islamic Digital Learning di Wonderhome Library

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada para dosen di tahun akademik 2021-2022. Melalui hibah skema tersebut, Mohammad Syifa Amin Widigdo dan Rhafidilla Vebrynda sebagai dosen UMY melakukan program pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema “Islamic Digital Learning.” Mitranya adalah Wonderhome Library.

Mereka memilih tema ini dengan pertimbangan bahwa banyak orang yang mengakses media digital, khususnya media sosial, lebih sering di masa Pandemi Covid-19. Namun tidak semua sumber-sumber yang diakses tersebut akurat, terpercaya, dan menarik. Dalam konteks ini, pembuatan dan penyediaan layanan sarana pembelajaran digital diyakini akan meningkatkan kemanfaatan Wonderhome Library sebagai perpustakaan komunitas bagi masyarakat, baik lokal maupun global.

Dalam kegiatan pengabdian ini, mereka mempunyai tiga program utama. Pertama, program menambahkan perlengkapan sarana pembelajaran. Beberapa peralatan yang dibeli dan ditambahkan adalah teleprompter Bestview, seperangkat perlengkapan lighting bersama dengan stand-nya, Green Screen, asesoris wall decoration, poster kutipan kata-kata bijak, dan beberapa hiasan untuk background dan meja yang dipakai utuk pembuatan video pembelajaran dan dakwah.

Kedua, program pengabdian ini membekali mitra dan para pegiat pembelajaran dengan kemampuan dasar pembuatan video dan komunikasi.

Workshop yang pertama adalah Workshop Pembuatan Video Pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 17 Maret 2022, di Wonderhome Library. Pembicara dan pendampingnya adalah Rhafidilla Vebrynda, S.I.Kom, M.I.Kom, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UMY. Peserta diajari dan didampingi untuk menguasai cara pembuatan video pembelajaran dengan OBS (untuk yang berbasis laptop) dan KineMaster (untuk yang berbasis handphone) serta bagaimana memakai green screen sebagai background dari video pembelajaran atau dakwah digitalnya. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=ikO5juvzYaQ.

Sedangkan workshop yang kedua adalah Workshop Cara Berkomunikasi di Depan Kamera Secara Efektif dan Kreatif. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 19 Maret 2022, di Wonderhome Library. Narasumber yang didatangkan adalah Rika Lusri Virga, S.I.P., M.A., pengajar di Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pembicara memberi penjelasan dan pelatihan tentang bagaimana cara menghindari miskomunikasi dalam penyampaian pesan melalui medium online yang meniscayakan adanya kamera di sana. Ia juga memberikan beberapa tip dan trik agar berbicara tanpa gugup di depan kamera sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audien dengan baik. Di antaranya adalah serang pembicara perlu mengambil nafas dan menahan nafas di dalam perut sebelum kemudian dikeluarkan secara pelan-pelan. Setelah itu, baru presentasi atau ceramah dimulai. Itu dapat menghilangkan rasa gugup. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak dalam tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=omZyCkgZgHM.

Ketiga, kegiatan terakhir dari program pengabdian produksi video pembelajaran dan dakwah digital Islam. Dalam proses produksi ini, volunteer Wonderhome Library melibatkan dan mendampingi beberapa pihak yang membuat video pembelajaran dan dagwah digital Islam, khususnya untuk program Bulan Ramadhan. Di antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan ini adalah siswa dan siswi yang aktif dalam Kerohanian Islam SMA DUA Yogyakarta (KHARISMA), aktivis FMKM (Keluarga Muslim Fakultas MIPA) UGM, Madrasah Digital, Pengurus Cabang IMM Kota Yogyakarta, dan kalangan internal Wonderhome Library sendiri.

Setelah program pengabdian ini dilaksanakan, beberapa perubahan terjadi baik dalam bentuk fisik berupa peralatan maupun perubahan dalam bentuk non-fisik, yaitu kemampuan dasar pembuatan video pembelajaran dan dakwah digital Islam.

Sarana dan peralatan digital learning bertambah dengan adanya Teleprompter BestView, seperangkat lighting dengan lensa warna dan stand-nya, serta beberapa asesoris dinding dan meja.

Selain itu, kemampuan produksi para volunter dan pegiat pembelajaran juga sudah makin meranta dan meningkat. Dari sebelumnya hanya mengetahui dasar ketrampilan penggunaan OBS dan Adobe Premier atau bahkan ada yang tidak tahu sama sekali, setelah program pengabdian ini, skill dan kemampuan para volunteer, pendidik, dan pendakwah menjadi merata dan meningkat. Mereka bahkan juga mempelajari dan mempraktikkan editing video menggunakan hanphone melalui aplikasi Kine Master. 

Yang terakhir, jika sebelumnya diseminasi syiar, pembelajaran, dan dakwah Islam hanya melalui youtube channel Wonderhome Library, setelah program pengabdian ini, channel yang digunakan semakin beragam dan meluas. Siswa dan siswi aktivis Kerohanian SMA Dua Yogyakarta menggunakan akun youtube mereka sendiri, yakni Kharisma SMADA. Aktivis Mahasiswa Muslim MIPA UGM menggunakan channel youtube-nya juga, yaitu KMFM UGM. Aktivis IMM Kota Yogyakarta menggunakan akun youtube Islam Millenial. Sementara Madrasah Digital dan Wonderhome Library tetap menggunakan channel youtube Wonderhome Library sendiri (msaw).

Wonderhome Library: Lokasi Baru, Harapan Baru, dan Semangat Baru

SLEMAN–Pada Ahad (3/1) Perpustakaan Wonderhome menyelenggarakan acara pembukaan di lokasinya yang baru, Jl. Randu No. 417 Dsn. Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY. Pembukaan ini sejatinya untuk memperkenalkan keberadaan perpustakaan yang telah berdiri sejak bulan Maret 2020 dengan segenap fasilitas baca, kantin, dan studio podcastnya kepada seluruh masyarakat. Selain direktur utama Wonderhome Library, Moh. Syifa Amin Widigdo, Ph.D, hadir pula pemerintah desa Ambarketawang, mulai dari kepala dusun Mejing Wetan, Ketua RW 04, Ketua RT 03, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, pemuda Mejing Wetan, dan beberapa tetangga sekitar. Tampak pula beberapa volunter yang turut hadir dan juga menahkodai jalannya kegiatan pagi itu.

Acara diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Dirut Wonderhome Library, Syifa menyampaikan bahwa Wonderhome Library berdiri di atas pondasi keislaman yang diaplikasikan dalam dasar-dasar filosofisnya. “Berdirinya Wonderhome Library tak lepas dari jiwa keislaman yang menjadi pedoman dalam perjalanannya, mulai dari Iman, Ihsan, Ilmu, dan Amal” ungkapnya. Syifa juga memperkenalkan beberapa volunter yang hadir kepada para tamu undangan.

Kepala perpustakaan yang diwakili oleh Zidny Azhar Hasbiyan, S.Pd.I berharap keberadaan Wonderhome Library di tempat yang baru ini dapat semakin bermanfaat untuk semuanya. “Semoga kehadiran Wonderhome Library dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Mejing Wetan” ungkap mahasiswa magister UMY itu.

Sementara itu, Ketua RT 03, Sangidu Umar memandang bahwa adanya studio podcast di Perpustakaan Wonderhome hendaknya dapat menjadi terobosan yang baik untuk menyongsong dunia digital. “Ada studio rekaman ini bagus sekali untuk membuat video pembelajaran, karena sekarang apa-apa serba divideokan, termasuk cara melepas paku dari dinding saja juga ada videonya” ujarnya disambut kelakar para hadirin.

Berikutnya Ketua RW 04, Nuryanto yang berapi-api menekankan pentingnya budaya membaca. Indonesia saat ini mengalami ketertinggalan yang terlampau jauh dari negara lainnya dalam hal membaca, dan adanya Wonderhome Library semoga dapat ‘mengoprak-oprak’ budaya baca di wilayah Mejing Wetan ini. “Menurut PBB, dari 61 negara dunia, Indonesia menempati ranking kedua dari belakang dalam hal literasi atau membaca” ungkapnya.

Kepala Dusun, Sudaryono juga turut memberikan sambutannya. Ia tidak tampak seperti orang lain di Wonderhome Library. Kehadirannya dalam pembukaan ini adalah kali kedua setelah yang pertama di lokasi yang lama. Sudaryono berharap di tempat yang baru, tempat yang lebih strategis dan terbuka ini, Wonderhome Library dapat lebih masif dalam beraktivitas. Wargapun diharapakan dapat bersinergi dengan pihak perpustakaan sehingga kebermanfaatannya dapat dicapai dengan maksimal.

Inspeksi ruangan di Wonderhome Library oleh para tamu undangan.

Acara yang disertai dengan protokol kesehatan tersebut diakhiri dengan inspeksi para tamu undangan ke setiap ruangan Wonderhome Library. Mulai dari ruang baca, mushalla, ruang studio, dan beberapa sudut lainnya. Diikuti dengan ketua pemuda Mejing Wetan yang turut berinspeksi dan melihat-lihat judul buku yang tersedia, yang selanjutnya dapat ditawarkan kepada anak-anak di Mejing Wetan. sulthon_aziz

Suasana membaca yang nyaman di Wonderhome Library.

Wonderhome Library: Sesi Bahasa Inggris Berbasis Komunitas

WONDERHOME–Di samping sesi Bahasa Arab, Wonderhome Library (WHL) juga membuka sesi Bahasa Inggris. Pada Jum’at (14/8), sesi yang bertajuk English Club tersebut dibuka dengan dihadiri beberapa remaja Perumahan Darussalam, Gamping. Kegiatan yang termasuk dalam program literasi budaya ini dipandu oleh salah satu volunter WHL yang berpengalaman di bidang ini, Irsyad Yusuf.

Suasana English Club di Wondercafe, Perumahan Darussalam, Gamping.

Selain menjadi sebuah komunitas, English Club ini juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat luas guna memperdalam kemampuan berbahasa Inggris melalui praktik secara langsung. Program yang disuguhkan pun bermacam, di antaranya adalah pembiasaan percakapan sehari-hari, penambahan kosa kata, pemahaman komprehensif, hingga persiapan materi tes TOEFL.

Mengingat potensi kebermanfaatannya yang cukup besar, program ini hendak diadakan rutin setiap pekannya, bahkan tidak hanya sekali. Sehingga kesempatan para peserta untuk mempraktikkan kemampuan berbahasanya akan semakin banyak. sulthon_aziz

Wonderhome Library: Pembagian Sembako “Korona” Kloter Kedua

GAMPING-Selasa (21/4), Wonderhome Library (WL) kembali mengadakan pembagian sembako kepada sejumlah warga sekitar yang secara ekonomi terdampak wabah Covid-19. Sembako berjumlah 40 bungkus yang berisi kebutuhan pokok (beras, telur, kecap, sarden, dan mie instan) senilai 120 ribu. Lain dengan kloter pertama, pembagian sembako kali ini dilakukan secara door to door. M. Syifa Amin Widigdo selaku direktur utama WL mengantarkan sembako dari rumah ke rumah bersama beberapa anggota volunteer WL.

Pembagian sembako door to door kali ini dimaksudkan agar penerimaannya lebih merata dan tepat sasaran. Selain itu, dengan “blusukan” pihak WL dapat merasakan, melihat, dan mendengar secara langsung keluh kesah masyarakat, terutama setelah meluasnya penyebaran virus ini.

“Meski melelahkan, pembagian sembako dengan cara door to door membuat kita dapat merasakan apa yang mereka rasakan” ungkap Herny Ameliana, salah satu volunteer WL.

“Ternyata masih banyak warga yang hidup serba kekurangan meski bertempat di kawasan perkotaan, yang bahkan untuk sekedar makan sekali saja sangat kesulitan” lanjutnya.

Para penerima sembako yang menjadi sasaran WL Peduli di antaranya adalah janda atau duda yang kerja serabutan dan hidup sendirian, kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan lantaran wabah korona, dan lain sebagainya. Pada pembagian sembako kloter kedua ini, ada satu peristiwa yang mengharukan. Yaitu saat seorang kakek yang saking gembiranya mendapat sembako hingga bercerita ngalor ngidul sambil menangis. Bukan semata karena sembako, melainkan kedatangan tim WL ke rumahnya dipandang sebagai sebuah hiburan lantaran kakek tersebut telah lama hidup sendiri.

Pembagian sembako dimulai setelah Maghrib dan selesai pukul 20.00 WIB. Di samping menyerahkan sembako, tim WL juga memohon do’a kepada para penerima agar ke depan Wonderhome Library dapat terus berkembang dan semakin bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara.

Bukan soal seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi seberapa besar kepedulian seseorang terhadap sesama. Untuk niatan itulah WL berencana mengadakan pembagian sembako secara rutin setiap bulan. WL juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dalam program ini. Berapapun bantuan yang akan diberikan, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan para donatur sekalian.

2 (1)

Wonderhome Library Bagikan Sembako “Korona”

GAMPING-Penyebaran wabah virus korona (Covid-19) yang kian hari kian meluas memberikan dampak serius terhadap ekonomi bangsa. Terlebih, untuk mengantisipasi penularannya, pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Hal ini tentu menjadi kendala bagi sejumlah pekerja lapangan hingga kebutuhan hidupnya mulai terganggu.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, Wonderhome Library (WL) mengadakan program Wonderhome Library Peduli (WLP) yang berkantor pusat di Perumahan Darussalam, Blok A-13, Amberkatawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, 55294. Melalui program ini, pada Kamis (2/4) WL membagikan sembako seharga 100 ribu untuk warga sekitar dengan jumlah 43 keluarga.

“Sembako berisi kebutuhan pokok yang dibagikan kepada 43 keluarga, bekerjasama dengan Dukuh di Dusun Mejing Wetan” ujar Syifa Widigdo, direktur utama Wonderhome Library.

Bukan soal seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi seberapa besar kepedulian seseorang terhadap sesama. Untuk niatan itulah WL berencana mengadakan pembagian sembako secara rutin setiap bulan. WL juga mengajak para pembaca sekalian yang hendak bergabung dalam program ini. Berapapun bantuan yang akan diberikan, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan para donatur sekalian.

2 (1)