Sampah yang tidak dikelola dengan baik telah menimbulkan bencana dan dampak lingkungan yang merenggut banyak nyawa. Agar bencana dan dampak negatif dari sampah tidak terulang dan dapat diminimalkan, pengelolaan sampah yang berbasis nilai-nilai agama dengan melibatkan partisipasi masyarakat perlu dilakukan.
Sampah yang terbuang sembarangan adalah cermin dari jiwa yang abai pada tatanan. Dalam kelola rapi, tersimpan harapan bagi lingkungan yang lestari. Bukan semata soal buang saja, namun tentang tata, pilah, dan tanggung jawab. Seperti petani menata ladangnya, kitapun mesti menata sisa yang kita hasilkan. Karena bumi ini bukan warisan, melainkan titipan yang harus kita jaga.
Dalam mewujudkan masyarakat yang dapat mengelola sampahnya secara mandiri Wonderhome menghadirkan “Wonder Green” untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Wonder Green merupakan nama “Bank Sampah” yang didirikan oleh Wonderhome untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah. Di Wonder Green ini masyarakat dapat menukarkan sampah yang telah dipilah menjadi uang/Tabungan sampah. Tabungan sampah ini dapat diambil oleh masyarakat ketika masyarakat merasa uangnya sudah cukup banyak/dalam jangka waktu tertentu.



Pada hari jumat, 21 maret 2025 wonderhome mengadakan seminar dan pengajian yang bertajuk “Fiqh Al-Bi’ah, Edukasi Masyarakat dalam Mengelola Sampah Organik dan Non-Organik”. Di seminar dan pengajian yang diadakan ini wonderhome menekankan pentingnya mengelola sampah secara mandiri sebvagai bentuk menjaga lingkungan dan melestarikan bumi pertiwi dari hal terkecil. Dalam acara ini wonderhome juga menghadirkan tebus murah sembako dan juga bazar pre-loved yang murah meriah bagi masyarakat serta peserta yang hadir.
Diadakannya acara ini yaitu bertujuan untuk membangkitkan Kembali WonderGreen serta mengedukasi masyarakat sekitar tentang pemilahan sampah yang dapat ditukarkan di WonderGreen. Upaya ini dilakukan juga untuk lebih meningkatkan pendapatan masyarakat melalui passive income dari menukarkan sampah yang sudah dipilahnya ke WonderGreen. Dengan begitu masyarakat akan lebih memilih untuk memilah sampahnya untuk dijadikan Tabungan daripada melakukan kebiasaan lama yaitu langsung membuang ke tpa tanpa memilah terlebih dahulu. Lintang.