Inisiatif Literasi UMY di Kuala Lumpur: Membangun Pojok Baca

Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kuala Lumpur, Malaysia menyambut hangat tim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Wonderhome Library  pada 23-25 April 2025. Tim dari Yogyakarta ini terdiri dari Mohammad Syifa Amin Widigdo sebagai dosen UMY yang melaksanakan pengabdian masyarakat dan Siti Melani serta Herny Ameliana dari Wonderhome Library sebagai narasumber Reading Aloud dan Robotic Experiment.

Di tahun sebelumnya, tepatnya 25 November 2024, Syifa Amin melakukan observasi tentang kegiatan di SBM Kampung Baru,  Kuala Lumpur. Ia menemukan bahwa salah satu kebutuhan dasar SBM yang belum terpenuhi adalah ketersediaan buku bacaan yang mudah diakses oleh anak-anak. Satu rak buku yang ada dipenuhi dengan buku-buku bacaan untuk usia dewasa karena materinya yang berat. Buku untuk anak-anak tidak tersedia dengan memadai. 

Ketika anak-anak Kelas 1-6 SD belajar, kemampuannya beragam. Beberapa bisa membaca dan berhitung dengan baik tapi lebih banyak lagi yang belum terampil membaca, menulis, dan berhitung. Ketika mereka disatukan dalam satu kelas besar, mereka yang lamban dalam belajar makin tertinggal. Jika tidak ada lingkungan keluarga dan sekolah yang mendukung, mereka makin terpuruk dan tertbelakang dalam belajar.

Anak-Anak Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Membaca di Pojok Baca

Salah satu hal.yang dapat mendukung iklim belajar adalah penyediaan Pojok Baca dengan rangkaian aktivitas literasi yang mengirinya. Oleh sebab itu, Syifa Amin sebagai dosen pengabdi dari UMY memfokuskan kegiatannya pada tiga aktivitas utama: pembuatan Pojok Baca, Reading Aloud, dan eksperimen sains melalui kegiatan robotic.

Pada hari pertama, 23 April 2025, tim dari Yogyakarta membawa 56 judul buku dan 10 rangkaian robot dalam satu koper ke SBM Kampung Baru di pagi hari. Setelah mempwrkenalkan tim dari UMY dan Wonderhome Library ke anak-anak pelajar di SBM, siang harinya, mereka membeli 4 (empat) rak buku di Syarikat Sun Wee Leong untuk tempat buku di Pojok Baca. Dengan perlengkapan sederhana, Pojok Baca UMY-Wonderhome Library berdiri dengan 4 rak buku, 56 buku, dan 10 rangkaian robot helikopter, mobil remote control, stegosaurus, lift, perahu, vacuum cleaner, kipas angin, dan lampu elektrolit.

Pada hari kedua, 24 April 2025, Bu Siti Melani memulai kegiatan literasi di Pojok Baca dengan ice breaking, Reading Aloud (Baca Nyaring) buku Terbang Tinggi, dan eksperimen membuat roket dari balon, kertas, dan sedotan. Anak-anak antusias mengikutinya. Di malah harinya, tim juga berpartisipasi menjadi volunteer yang mendampingi dan menyimak bacaan al-Qur’an anak-anak di SBM.

Bu Herny atau Bu Agus dan Kegiatan Robotic Anak-Anak SBM

Di hari terakhir, tanggal 25 April 2025, anak-anak tampak mulai mengambil dan membaca buku di Pojok Baca. Bu Herny Ameliana mengajak anak-anaik bermain sains sederhana dengan membuat robot yang terbuat dari triplek tipis, kabel, dinamo, bohlam, baterai AA, hingga baterai tenaga matahari. Mereka bersemangat sekaligus bekerja keras menyusun rangkaian materi robot hingga tersusun sebagaimana pola yang ada di panduan. Hampir semua jadi. Hanya saja, ada yang tidak karena ada alat yang tercecer. Mereka yang menyelesaikan kerja dan karyanya begitu puas dan lega. Mereka takjub melihat karyanya sendiri. Lampunya menyala dengan tenaga air. Baling-balinh helikopternya berputar dengan solar batteray. Kipasnya berputar. Perahu dan mobilnya berjalan dengan baik. Hanya liftnya yang gagal karena ada satu komponen yang hilang. Di akhir kegiatan, anak-anak merayakan proses, kerja keras, kebelumberhasilan, maupun keberhasilannya.

Di akhir kegiatan, Bu Melani berbagi pelajaran penting. Dalam ekaperimen, katanya, ada kegagalan dan keberhasilan. Penemu bola lampu, Thomas Alfa Edison, mengalami kegagalan ribuan kali sebelum kemudian berhasil. Kalau pun rasanya menemui kegagalan dalam menuntut ilmu atau percobaan sains, kita tidak boleh gampang menyerah. Perlu terus berusaha. Menurut Bu Melani,  keberhasilan yang manis akan datang pada waktunya. msaw.

Leave a comment