
Tubuh adalah modal pertama dan utama kita untuk menjadi hidup dan menjalani kehidupan. Tubuh berkolaborasi dengan jiwa menjadikan kita ada. Tubuh memediasi diri kita agar dapat menyadari dinamika yang terjadi di dalam dan berinteraksi dengan segala entitas yang ada di luar.
Partikel terkecil pada tubuh kita adalah sama dengan partikel-partikel di alam semesta. Ada interkoneksi di antara keduanya.
Sayangnya, sampai usia dewasa, tidak sedikit dari kita yang menerjemahkan tubuh sebatas alat atau entitas yang terpisah dari diri kita. “Seonggok daging” katanya, bukan kesatuan utuh yang memvalidasi eksistensi kita di dunia. For many times we take our body for granted, tanpa sepenuhnya memahami nilai dan potensi yang terkandung di dalamnya.
Maka mari kita memberikan pelayanan terbaik pada tubuh kita. All good services begun with observation. Yuk, menjadi lebih sadar akan kekayaan proses tubuh kita dengan merasakan setiap aspek dari keberadaan kita, rasakan nafas kita, detak jantung kita, segala sensasi yang terjadi. Amati setiap perlakuan yang kita berikan pada tubuh, apa yang masuk ke dalam tubuh? Bagaimana posisi tidur kita? Bagaimana kita menyapa tubuh di pagi hari?
Lalu evaluasi, apakah selama ini kita abai dan bahkan secara tidak sadar bersikap destruktif pada tubuh kita sendiri? Dengan membawa kesadaran ini ke dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memperkuat hubungan kita dengan tubuh dan menghargai kontribusinya yang tak ternilai dalam menjalani kehidupan.
Untuk kaki yang mengantarkan kita ke berbagai tempat di dunia, untuk mata yang merekam dan mencipta memori visual di kepala, untuk telinga yang menangkap canda tawa, hingga detak jantung yang memastikan kita hidup dan menjadi alarm alami untuk menyadari kehadiran stress di hidup kita. Ucapkan terima kasih pada semuanya yang sudah bekerjasama menjadikan kita lebih dari sekedar ada.
Ditulis oleh: Dian Wahyu Pratiwi