
Senin (24/07/2023) lalu, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di wilayah Slema, Yogyakarta, berkumpul dan membincangkan agenda-agenda literasi masyarakat di Wonderhome Library. Pertemuannya berlangsung hangat, gayeng, dan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Beberapa senior pegiat literasi juga hadir, seperti Pak Sidik Pratomo dari Pustaka Keliling Adil, Pak Muhsin Kalida dan istri dari Cakruk Pintar, Pak Nuradi Indrawijaya serta Heni Wardaturrohmah dari Mata Aksara, seorang peserta pertukaran pelajar (Inayah dari San Antonio, Texas, USA), dan masih banyak lagi.
Mas Imam Syaiful Wicaksono, sebagai Ketua TBM Sleman, memaparkan perkembangan terkini terkait dengan administrasi, program-program, dan informasi terkini dari Forum TBM Sleman. Di antaranya adalah pengadaan papan nama yang terafiliasi dengan Forum TBM Sleman. Dalam hal ini, masing-masing TBM diharapkan dapat mengirimkan logo TBM-nya ke Mas Muhammad Sidqi Irsyadi (Irsyad) melalui email: ftbmsleman@gmail.com. Selain itu, Forum TBM Sleman juga mendapatkan tawaran kerja sama dan kolaborasi dengan beberapa pihak. Kampung Emas di Seyegan, Sleman, yang dikelola oleh dosen UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) menawarkan untuk kerja sama di bidang peningkatan literasi masyarakat di kampung tersebut. Pemuda Peduli yang pusatnya berada di Bandung, melalui cabangnya di Yogyakarta, mengajak Forum TBM Sleman untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Literasi Asik, Kreasi Menarik” di Sekolah Marjinal, Yogyakarta.

Mas Imam juga melaporkan bahwa belum semua TBM terdata di Balai Bahasa Yogyakarta (BBY). Pendataan itu penting sebab banyak program pembinaan literasi yang diselenggarakan BBY melibatkan kerja sama dengan TBM. Bagi yang belum terdata, diharapkan dapat mengisi datanya agar terekam dalam katalog BBY. Informasi yang tak kalah menarik adalah bahwa uang kas Forum TBM dapat dipakai untuk mendukung kegiatan literasi di TBM. Alokasinya untuk setiap kegiatan TBM adalah Rp 300.000 (dengan syarat dan ketentuan berlaku).

Dalam pertemuan Forum TBM Sleman ini, selain pelaporan perkembangan terkini literasi di wilayah Sleman, rutinitas yang juga dinantikan adalah arisan buku. Masing-masing TBM membawa 2 (dua) buah buku untuk dikumpulkan. Setelah mengacak nama-bama TBM yang hadir, satu nama TBM akan diambil dan ditentukan sebagai pemenangnya. Pada pertemuan kali ini, yang memenangkan arisan adalah TBM Pena yang diwakili oleh Mbak Dea.
Di pertemuan-pertemuan selanjutnya, mudah-mudahan juga ada waktu untuk berbagi tentang bagaimana cara mengembangkan kegiatan dan program literasi di masing-masing TBM dengan dinamikanya masing-masing. Siapa tahu, sesi berbagi seperti itu dapat saling memberi semangat antara satu dan yang lain dalam merawat denyut dan nafas literasi masyarakat.(msaw).