Membangun Islamic Digital Learning di Wonderhome Library

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada para dosen di tahun akademik 2021-2022. Melalui hibah skema tersebut, Mohammad Syifa Amin Widigdo dan Rhafidilla Vebrynda sebagai dosen UMY melakukan program pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema “Islamic Digital Learning.” Mitranya adalah Wonderhome Library.

Mereka memilih tema ini dengan pertimbangan bahwa banyak orang yang mengakses media digital, khususnya media sosial, lebih sering di masa Pandemi Covid-19. Namun tidak semua sumber-sumber yang diakses tersebut akurat, terpercaya, dan menarik. Dalam konteks ini, pembuatan dan penyediaan layanan sarana pembelajaran digital diyakini akan meningkatkan kemanfaatan Wonderhome Library sebagai perpustakaan komunitas bagi masyarakat, baik lokal maupun global.

Dalam kegiatan pengabdian ini, mereka mempunyai tiga program utama. Pertama, program menambahkan perlengkapan sarana pembelajaran. Beberapa peralatan yang dibeli dan ditambahkan adalah teleprompter Bestview, seperangkat perlengkapan lighting bersama dengan stand-nya, Green Screen, asesoris wall decoration, poster kutipan kata-kata bijak, dan beberapa hiasan untuk background dan meja yang dipakai utuk pembuatan video pembelajaran dan dakwah.

Kedua, program pengabdian ini membekali mitra dan para pegiat pembelajaran dengan kemampuan dasar pembuatan video dan komunikasi.

Workshop yang pertama adalah Workshop Pembuatan Video Pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 17 Maret 2022, di Wonderhome Library. Pembicara dan pendampingnya adalah Rhafidilla Vebrynda, S.I.Kom, M.I.Kom, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UMY. Peserta diajari dan didampingi untuk menguasai cara pembuatan video pembelajaran dengan OBS (untuk yang berbasis laptop) dan KineMaster (untuk yang berbasis handphone) serta bagaimana memakai green screen sebagai background dari video pembelajaran atau dakwah digitalnya. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=ikO5juvzYaQ.

Sedangkan workshop yang kedua adalah Workshop Cara Berkomunikasi di Depan Kamera Secara Efektif dan Kreatif. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 19 Maret 2022, di Wonderhome Library. Narasumber yang didatangkan adalah Rika Lusri Virga, S.I.P., M.A., pengajar di Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pembicara memberi penjelasan dan pelatihan tentang bagaimana cara menghindari miskomunikasi dalam penyampaian pesan melalui medium online yang meniscayakan adanya kamera di sana. Ia juga memberikan beberapa tip dan trik agar berbicara tanpa gugup di depan kamera sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audien dengan baik. Di antaranya adalah serang pembicara perlu mengambil nafas dan menahan nafas di dalam perut sebelum kemudian dikeluarkan secara pelan-pelan. Setelah itu, baru presentasi atau ceramah dimulai. Itu dapat menghilangkan rasa gugup. Selengkapnya, kegiatan ini dapat disimak dalam tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=omZyCkgZgHM.

Ketiga, kegiatan terakhir dari program pengabdian produksi video pembelajaran dan dakwah digital Islam. Dalam proses produksi ini, volunteer Wonderhome Library melibatkan dan mendampingi beberapa pihak yang membuat video pembelajaran dan dagwah digital Islam, khususnya untuk program Bulan Ramadhan. Di antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan ini adalah siswa dan siswi yang aktif dalam Kerohanian Islam SMA DUA Yogyakarta (KHARISMA), aktivis FMKM (Keluarga Muslim Fakultas MIPA) UGM, Madrasah Digital, Pengurus Cabang IMM Kota Yogyakarta, dan kalangan internal Wonderhome Library sendiri.

Setelah program pengabdian ini dilaksanakan, beberapa perubahan terjadi baik dalam bentuk fisik berupa peralatan maupun perubahan dalam bentuk non-fisik, yaitu kemampuan dasar pembuatan video pembelajaran dan dakwah digital Islam.

Sarana dan peralatan digital learning bertambah dengan adanya Teleprompter BestView, seperangkat lighting dengan lensa warna dan stand-nya, serta beberapa asesoris dinding dan meja.

Selain itu, kemampuan produksi para volunter dan pegiat pembelajaran juga sudah makin meranta dan meningkat. Dari sebelumnya hanya mengetahui dasar ketrampilan penggunaan OBS dan Adobe Premier atau bahkan ada yang tidak tahu sama sekali, setelah program pengabdian ini, skill dan kemampuan para volunteer, pendidik, dan pendakwah menjadi merata dan meningkat. Mereka bahkan juga mempelajari dan mempraktikkan editing video menggunakan hanphone melalui aplikasi Kine Master. 

Yang terakhir, jika sebelumnya diseminasi syiar, pembelajaran, dan dakwah Islam hanya melalui youtube channel Wonderhome Library, setelah program pengabdian ini, channel yang digunakan semakin beragam dan meluas. Siswa dan siswi aktivis Kerohanian SMA Dua Yogyakarta menggunakan akun youtube mereka sendiri, yakni Kharisma SMADA. Aktivis Mahasiswa Muslim MIPA UGM menggunakan channel youtube-nya juga, yaitu KMFM UGM. Aktivis IMM Kota Yogyakarta menggunakan akun youtube Islam Millenial. Sementara Madrasah Digital dan Wonderhome Library tetap menggunakan channel youtube Wonderhome Library sendiri (msaw).

Leave a comment