Wonder Café bukan Café Biasa

WONDERHOME–Sepekan setelah pembukaan Wonderhome Library (WHL), Wonder Café turut memulai derap langkahnya pada Jum’at (10/7). Lokasi café tidak berbeda dengan WHL, yakni dengan memanfaatkan ruangan berukuran sekitar 35 m2 di sisi Utaranya. Desain unik dan artistik dengan lampu neon ala café membuatnya semakin terlihat kekinian. Ditambah dengan beberapa tanaman hias yang diletakkan di sela rak buku beserta beberapa novel dan majalah, memperkuat kesan intelektualitasnya. Terlebih motif perkakas bar yang berwarna cokelat kemerahan, menjadikan Wonder Café bukan sekedar café biasa.

Wonder Café merupakan café berbasis komunitas yang dinisiasi oleh para volunter WHL, dengan jam operasional mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam. Wonder Café tidak didirikan sekedar untuk misi bisnis saja. Tujuan utamanya adalah untuk menjadi laboratorium WHL dalam mengembangkan salah satu programnya yaitu Literasi Kewirausahaan.

“Wonderhome Library juga membuka café untuk menjadi semacam laboratorium kewirausahaan” ujar Syifa Amin Widigdo, direktur Wonderhome Library saat mempresentasikan visi misi literasinya.

Suasana podcast di Wonder Cafe.

Café anak muda yang juga sering digunakan sebagai studio podcast WHL ini menyediakan menu yang cukup beragam. Mulai dari kopi panas yang terdiri dari Latte, Drip, hingga Mocha. Ada juga kopi dingin (es) dengan varian Original, Vanilla, Mocha, dan Caramel. Aneka jus dan smoothies juga tersedia di café ini, mulai dari Mangga, Strowberry, Melon, Buah Naga, Pisang, dan Jambu. Untuk melengkapi menu yang ada, Wonder Café juga menyediakan makanan ringan berupa kentang bakar, sosis, burger, roti bakar, singkong, hingga minuman lain seperti susu dan lemon tea.

Wonder Café juga melayani delivery order, terlebih di masa pandemi yang mengharuskan setiap orang untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara ini, pelanggan Wonder Café didominasi oleh warga sekitar, terutama kalangan anak-anak lantaran sekolah yang masih menerapkan belajar secara online. Inilah letak peran penting Wonderhome Library dalam melakukan pendekatan kepada anak-anak agar tetap semangat belajar. Di café yang berdayatampung 14 orang ini, para pelanggan bisa menikmati sajian café sambil membaca buku yang disukainya. Tentu dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Cafe bersih dan nyaman untuk bersantai.

“Saat ini, café bisa menampung pelanggan maksimal 14 orang, karena mereka tetap harus menjaga jarak untuk menghentikan penyebaran Covid-19” ujar Ihsanuddin, direktur pelaksana Wonder Café saat ditanya soal potensi penyebaran virus. sulthon_aziz

Leave a comment