Wonderhome Library: Jiwa Voluntarisme Wujudkan Indonesia Maju

YOGYAKARTA-Wonderhome Library (WL) adalah rumah literasi berbasis masyarakat yang hadir tidak hanya sebagai perpustakaan, tapi juga sebagai penggerak gairah dan budaya literasi. Pada hari Ahad (15/03), WL mengadakan workshop yang diikuti oleh sejumlah peserta dan diisi langsung oleh direktur utama WL, M. Syifa Amin Widigdo, Ph.D. Para peserta sebelumnya telah mengisi formulir via google form, dan menjadi volunteer dalam pelaksanaan berbagai program WL. Para volunteer berjumlah sepuluh orang dengan latar belakang yang berbeda, di mana sebagian besarnya adalah mahasiswa aktif di beberapa kampus di Yogyakarta. Selain menjadi mahasiswa, mereka juga menjadi praktisi di berbagai organisasi, baik swasta maupun pemerintah. Mulai dari aktivis Gubuk Pintar di Purbalingga, Komunitas Belajar Sejahterakan Indonesia (KBSI), Komunitas Remaja Masjid Gamping, Karang Taruna, dan lain sebagainya.

1
Pelatihan Voluntarisme Literasi oleh Direktur Utama Wonderhome Library, Moh. Syifa Amin Widigdo, Ph.D. (Ahad, 15/03)

Syifa menekankan betapa pentingnya peran dan fungsi para volunteer dalam pengembangan WL. Hal tersebut mengingat bahwa upaya pemerintah untuk mencerdaskan bangsa yang bersifat struktural dan formalistik tidaklah cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dibutuhkan gerakan-gerakan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut merancang berbagai program dengan basis kesukarelaan masyarakat. Di antaranya adalah Literasi Pustaka dan Budaya, Literasi Keluarga, Literasi Lingkungan, Literasi Digital, dan Literasi Kewirausahaan.

Selain itu, perencanaan program di atas juga didasari oleh kenyataan bahwa di era digital yang disruptif ini dunia semakin terbuka. Dalam situasi yang demikian, tak bisa dibayangkan bagaimana nasib generasi baru Indonesia jika mereka tidak dipersiapkan dengan pembelajaran, pendidikan, dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi dunia yang semakin berubah. Mereka bisa menjadi kuli di tanah sendiri dan tetap berada dalam lingkaran setan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang turun temurun.

Dengan moto ”The Spring of Literacy” kehadiran WL diharapkan mampu menjadikan budaya literasi sebuah gerakan masyarakat yang mampu memotong lingkaran keterbelakangan di Indonesia. Selain sebagai rumah literasi, WL juga membuka café yang menyediakan aneka minuman dan makanan. Adapun lokasinya, WL bertempat di Perumahan Darussalam, Blok A-13, Amberkatawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, 55294.

Leave a comment